KOTA BATU – Kunjungan wisata di Kota Batu mulai menunjukkan peningkatan di era new normal ini. Dinas Pariwisata Kota Batu pun optimis tingkat kunjungan wisatawan bisa mencapai 2 juta pengunjung di tahun 2020 ini.
Sebelumnya, pariwisata Kota Batu sempat mandek selama empat bulan sejak Maret lalu. Namun sejak dibuka pada pertengahan bulan Juli, tren kunjungan pariwisata menunjukan peningkatan yang cukup signifikan.
Jika situasi normal, Disparta menargetkan 7,5 juta kunjungan wisatawan. Namun dengan adanya kebijakan penutupan objek wisata selama pandemi, target kunjungan diturunkan menjadi 2 juta kunjungan di tahun 2020.
Kabid Promosi dan Pemasaran Pariwisata, Achmad Supriyanto mengatakan, hingga akhir bulan Agustus lalu tercacat kunjungan wisatawan mencapai 1,1 juta. Angka ini dihimpun dari seluruh objek wisata dan okupansi hotel.
“Dari data kunjungan tertinggi di Taman Rekreasi Selecta sebanyak 255 ribu pengunjung. Di nomer dua ditempati Jatim Park 2 sebanyak 143 ribu pengunjung,” terangnya kepada Blok-A, Sabtu (5/9).
Lebih lanjut, menurutnya salah satu faktor pemicu merosotnya tingkat kunjungan karena adanya pembatasan aktivitas yang diberlakukan pemerintah. Padahal saat awal tahun ini tepatnya di bulan Januari, Kota Batu bisa menerima 547 ribu wisatawan.
“Waktu dibuka pada pertengahan Juli hanya bisa mendatangkan 18 ribu wisatawan. Namun di bulan-bulan Agustus sudah mulai ada peningkatan. Kami optimis bisa mencapai target di tahun 2020, bahkan bisa lebih dari target,” ujar Achmad.
Saat ini Disparta juga gencar dalam promosi pariwisata untuk menarik animo wisatawan berkunjung ke Kota Batu. Salah satu caranya dengan menggagas event-event wisata seperti pementasan seni tradisi. Nantinya event seni tradisi akan di pusatkan di Panggung Sendra Tari Kelurahan Sisir.
“Kami juga aktif gunakan media sosial untuk sarana promosi wisata. Kami terus berupaya bagaimana tingkat kunjungan wisata di Kota Batu terus meningkat hingga akhir tahun ini,” ujarnya.
Sementara Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq juga akan berikan suntikan dana. Kucuran ini untuk menguatkan kelembagaan pelaku usaha pariwisata. Anggaran yang disiapkan bernilai Rp 600 juta untuk melakukan beberapa program kegiatan. Antara lain, menggelar pelatihan manajemen event, penyiapan sarana prasarana dan lainnya.
“Dana itu juga untuk menggeliatkan pertunjukkan kesenian tradisi. Para pelaku seni akan kami gandeng mulai dari September hingga Desember. Mereka akan tampil dalam kongres budaya, launching desa wisata dan penampilan lainnya,” ungkap Arif.




