Kota Malang Raih Penghargaan Clean Air di Ajang ASEAN 5th Certificates of Recognition

Plh DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran saat mewakili Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menerima penghargaan udara bersih (pro)
Plh DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran saat mewakili Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menerima penghargaan udara bersih (pro)

Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih penghargaan Clean Air (Udara Bersih) pada ajang 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan 5th Certificates of Recognition (CoR) yang berlangsung di Langkawi, Malaysia, 2–3 September 2025.

Penghargaan bergengsi untuk Kota Malang ini diberikan pada kategori Big Cities dan diserahkan dalam rangkaian 18th ASEAN Ministerial Meeting on Environment (AMME) Gala Dinner di PARKROYAL Langkawi Resort, Rabu malam (3/9/2025). Acara tersebut dihadiri para Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN, pejabat senior, organisasi internasional, hingga perwakilan kota penerima penghargaan. Dari Indonesia, selain Kota Malang, penghargaan juga diterima oleh Kota Bandung, Kota Padang, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Banyumas.

Program ESC dan CoR merupakan inisiatif ASEAN sejak 2008 untuk mendorong kota-kota di Asia Tenggara mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih, hijau, dan layak huni. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 10 kota penerima ESC Award dan 19 kota penerima CoR dalam lima kategori: Clean Air, Clean Land, Clean Water, Urban Biodiversity & Green Spaces, serta Circular Economy.

Kota Malang dinilai konsisten menjaga kualitas udara melalui pengendalian pencemaran, pengelolaan transportasi berkelanjutan, dan penambahan ruang terbuka hijau. Upaya ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan ASEAN menuju kota berketahanan iklim dan rendah karbon.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menyebut capaian ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga kualitas udara.

“Harapannya masyarakat tetap mendukung, salah satunya dengan tidak membakar sampah karena itu bisa merusak kualitas udara,” ujarnya.

Selain itu, Raymond menambahkan bahwa penggunaan kendaraan bermotor perlu terus ditekan agar emisi gas buang tidak semakin mencemari udara. Pemkot melalui DLH Kota Malang juga gencar melakukan penghijauan di berbagai kawasan, terutama di Kecamatan Kedungkandang yang masih memiliki area tanam luas.

“Kami juga bekerja sama dengan sekolah maupun perguruan tinggi yang membutuhkan bibit tanaman, dan DLH siap menyiapkan bibit untuk ditanam di berbagai lokasi,” tambahnya.

Capaian ini diharapkan tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi juga inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia untuk memperkuat komitmen menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (yog/bob)

Exit mobile version