Kota Malang Dibebani Hampir 15 Ton Sampah Tak Terolah Setiap Harinya

Pengangkutan sampah di TPA Supit Urang. (blok-a.com/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Dalam sehari, Kota Malang memproduksi sebanyak 778,34 ton sampah. Dari ratusan ton sampah tersebut, sekitar 1,86 persennya tidak dapat diolah secara maksimal.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Noor Rahman Wijaya, Jumat (15/12/2023).

“Timbunan sampah di Kota Malang pada tahun 2023 ini saat ini sudah mencapai 778,34 ton per hari,” ujarnya.

Dari banyaknya sampah tersebut, sekitar 14,48 ton tidak dapat diolah oleh TPA Supit Urang yang menjadi hilir pembuangan sampah Kota Malang. Atau, jika dikalikan dengan banyaknya hari dalam satu tahun, maka didapat sekitar 5.284,15 ton sampah.

Sebanyak lebih dari 5000 ton sampah, atau setara berat 35 paus biru tersebut akan menumpuk di TPA karena belum dapat diolah secara maksimal.

Hal ini tentu akan menimbulkan banyak kerugian termasuk dalam hal kesehatan dan sosial masyarakat sekitar.

Di sisi lain, Kota Malang telah berhasil melakukan pengolahan berupa pengurangan dan penanganan sampah sebanyak 98,14%.

“Dalam hal ini pengurangan persampahan terkait dengan jumlah sampah ini sebesar 26,17%. Dan kita sudah melakukan penanganan persampahan sampai dengan 71,97%,” terang Noor.

Jumlah sampah itu terdiri dari berbagai sumber seperti sampah makanan, sampah taman, dan sampah plastik.

“Hal ini terdiri dari sampah makanan sebesar 54,39%, sampah dari taman dan fasilitas-fasilitas publik menyumbang hampir 13,60%, dan kemudian ada sampah plastik menyumbang 13,66%,” ungkapnya.

Banyaknya produksi sampah ini, menurut Noor, berbanding lurus dengan banyaknya populasi Kota Malang yang setiap tahun juga meningkat.

Tidak hanya dari angka kelahiran, migrasi semacam penerimaan mahasiswa baru tiap tahunnya juga memiliki pengaruh yang besar.

Oleh karena itu, mengingat banyaknya sampah yang diproduksi setiap harinya ia berharap penanganan sampah bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga dibantu oleh seluruh aspek. Sehingga pengolahan sampah di Kota Malang menjadi lebih ringan untuk dilakukan.

“Membutuhkan perhatian kita bersama untuk melakukan kolaborasi lintas sektor dan langkah-langkah konkrit. Agar supaya pola pandang kita terkait pengelolaan sampah bukan hanya sebagai beban tetapi menciptakan suatu bentuk peluang untuk melakukan perubahan positif bagi lingkungan dan kehidupan kita,” tutur Noor.(mg3/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com