Sumenep, blok-a.com – Meski salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep yakni PD Sumekar belum menunjukkan tren positif dalam perkembangan bisnisnya. Tapi ratusan pasang mata lagi tertuju kepada rekrutmen atau seleksi Calon Direktur PD Sumekar.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari menyebut meski sepi pelamar, namun seleksi Calon Direktur PD Sumekar jadi perbincangan hangat terutama di Kabupaten Sumenep. Sebab PD Sumekar merupakan BUMD pertama kali berdiri di Sumenep. Maka dari itu, seleksi harus dilakukan secara profesional. Jangan sampai ada intervensi kekuasaan.
“Seleksi pimpinan perusahaan plat merah Sumenep ini menjadi atensi kalangan dewan. Seleksi calon direksi PD Sumekar itu harus dilakukan secara profesional. Juga, terbuka kepada publik,” kata anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari.
Legislator ini mengatakan aspek kualitasnya tercermin dari proses seleksi yang dilakukan secara profesional. Misalnya hasil nilai tes yang paling tinggi. “Profesional itu harus dilihat dari skill atau kemampuan dalam mengelola perusahaan. Itu hasil tesnya harus mumpuni. Tes harus dilakukan secara jujur,” ujarnya.
Sebab, politisi PPP ini tidak menginginkan hasil penentuan direksi nantinya malah hasil intervensi kekuasaan. “Jadi, jangan sampai seleksi hanya formalitas, dengan asumsi orangnya sudah disiapkan. Kami tidak menginginkan ada nepotisme atau kolusi didalamnya,” harapnya.
Pihaknya menginginkan direktur PD Sumekar itu lahir dari orang yang kompeten dan bertanggung jawab. Sehingga, bisa memajukan perusahaan milik daerah ini. Otomatis, bisa memberikan income yang bagus pula.
“Jadi, kami minta tim seleksi harus bisa profesional dalam menjalankan tugasnya. Dengan artian, jangan sampai ada intervensi dari siapapun,” ungkapnya.
Politisi asal Gapura ini menuturkan, Direktur PD Sumekar harus mampu membawa perusahaan lebih maju. Juga, bisa menambah unit bisnis yang menopang berkembangnya dividen ke daerah. (Aldo/Gim)




