Kota Malang, blok-A.com – Wisatawan mancanegara asal Mesir memiliki pengalaman menarik di Kota Malang tepatnya di kawasan Kayutangan Heritgae di acara ‘Malang Creativa Kajoetangan Heritage’, Sabtu (26/11/2022).
Di Malang Creativa Kajoetangan Heritage itu, warga asal Mesir, yakni Bhazma dan Chibu jatuh cinta ke makanan khas Indonesia, yakni mendol.
Dia mencicipi mendol di stand UMKM yang berjejer di kawasan Kayutangan Heritage.
Bhazma pun mengungkapkan alasannya jatuh cinta ke mendol ini karena rasanya lezat.
“Very nice, just to know about it about traditional food and culture (Sangat keren, baru tahu tentang makanan lokal dan kultur),” kata dia saat mencicipi mendol ke blok-A.com, Sabtu (26/11/2022).
Tak hanya mencicipi mendol, Bhazma juga mencicipi berbagai makanan khas Indonesia di stand-stand Malang Creativa Festival Kajoetangan Heritage.
Namun dari antara makanan khas Indonesia yang dia coba di acara Pemkot Malang itu, mendol menurutnya paling enak.
“How’s the food, very nice, its very delicious. And i just try one of traditional food (mendol) it’s good (makanannya enak, sangat enak. Saya juga tadi baru pertama kali mencoba mendol, dan itu lumayan enak),” ujarnya.
Bhazma pun gegara ke Malang Creativa Kajoetangan Heritage ini sungguh senang berada di Indonesia. Kunjungannya ke Indonesia kali ini menurutnya cukup baik.
Sebab melalui Malang Creativa Kajoetangan Heritage ini dia tahu kultur Malang dengan cepat. Tinggal ke satu gelaran itu, dia kurang lebih mengenali kultur Malang.
“Very nice, very good and discovering now. So far so good (Budaya Malang ini juga sangat bagus, seperti yang terlihat saat ini, sejauh saya melihat juga keren),” kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, Malang Creativa Kajoetangan Heritage ini digelar memang untuk mengundang wisatawan baik lokal dan asing ke Malang.
“Kami sudah dua tahun yang lalu punya pikiran bahwa di sini perlu ada event menghadirkan banyak wisatawan,” kata Sutiaji Sabtu (26/11/2022).
Dengan suksesnya menggaet wisatawan saat ini seperti Bhazma, Sutiaji pun berjanji akan menyajikan festival yang lebih seru dari pada Malang Creativa Kajoetangan Heritage ke depannya.
Bahkan dia berjanji akan mengadakan acara serupa satu bulan sekali.
“Kemarin kan acara ini mendadak oleh Disporapar. Mendadaknya pelaksanaan mungkin karena limitnya waktu yang tersedia. Kami pun akan menghendaki ke depan untuk waktunya tidak pagi tapi sore sampai malam. Insyallah rencananya itu,” tuturnya.
Terpisah Kadisporapar Kota Malang, Baihaqi menjelaskan, ada 50 stand di Malang Creativa Kajoetangan Heritage ini. Semuanya diisi oleh UMKM dan biayanya gratis.
“Tenan ada 50 dan gratis. Tenan kami ukurannya 3 x 3 meter. Mereka yang mengikuti ini setelah kami kurasi untuk menghias dan menampilkan produk makanan lokal dan kriya lainnya,” jelasnya.
Dia berjanji, akan kerap menghadirkan acara serupa di Kayutangan Heritage. Tujuannya untuk mengenalkan kawasan ikonik Kota Malang ini ke wisatawan.
“Sehingga Kayutangan adalah ikon terbaru destinasi wisata Kota Malang yang dikemas untuk menghibur dan memberikan kenyamanan terhadap siapa saja yang menikmati Kota Malang,” tutupnya. (ptu/bob)




