Kisah Teguh Berjualan Koran dengan Topeng sejak SD di Kayutangan

Caption: Teguh sang pedagang koran bertopeng di Kayutangan, Kota Malang
Caption: Teguh sang pedagang koran bertopeng di Kayutangan, Kota Malang, Selasa (10/1/2022) (blok-a/Helen)

Kota Malang, Blok-a.com — Sudut Kayutangan Heritage menyimpan beribu kisah masyarakat Kota Malang.

Salah satunya adalah Teguh (45), seorang penjual koran yang berbeda dari penjual koran lainnya.

Teguh mengenakan sebuah topeng hulk selama dirinya menjajakan koran-koran lokal Malang Raya.

Pria hampir paruh baya tersebut menjajakan surat kabar di lampu merah dekat bangunan Mc Donald Kayutangan.

“Jawa Pos! Jawa Pos!” ujar Teguh pada setiap pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala.

Teguh memiliki alasan mengapa dirinya memakai topeng. Dia menyampaikan hal tersebut pada wartawan blok-a.com.

“Karena saya tidak ingin wajah asli saya terlihat dan mungkin akan lebih menarik orang untuk mengenali saya dengan topeng ini,” jelasnya.

Teguh menjual koran-koran tersebut dengan harga Rp 6.000 saja. Saat ditanyai blok-a.com, dirinya mengaku baru menjual 2 oplah koran.

“Baru laku dua aja dari tadi pagi,” tuturnya.

Ternyata, Teguh sudah menjajakan koran-koran sejak dirinya masih kelas 3 sekolah dasar.

Dirinya tetap sekolah sembari menjajakan koran di berbagai tempat. Salah satu tempat yang sering didatangi untuk berjualan adalah Mc Donald Kayutangan.

“Dulu belum jadi McD ini, waktu masih Polresta saya sudah jualan di sini,” kata Teguh saat diwawancarai wartawan blok-a.com, Senin (9/1/2023).

Beberapa kali Teguh sudah mencoba berganti profesi namun dirinya tetap kembali menjadi pedagang koran.

“Saya itu kalau lihat bangunan McD Kayutangan selalu terpikir kalau di tempat ini berjasa untuk saya, dari SD saya dapat uang di sini, makanya saya selalu kembali berdagang koran,” jelasnya.

Teguh mengaku bahwa dahulu dirinya mendapat keuntungan paling banyak hingga Rp 40.000, sedangkan saat ini dirinya mendapat Rp 10.000 saja.

“Dulu banyak saya jual koran sampai lebih dari 10-an, sekarang dapet lima aja alhamdulillah,” tuturnya.

Di akhir percakapan, Teguh mengatakan beberapa kali dirinya juga sering ditipu oleh rekan senasib.

“Saya sering ditipu juga sama teman-teman, mereka bilang kalau mau hutang tapi pada akhirnya nggak pernah dibayar sampai sekarang,” pungkasnya. (mg1/bob)

Exit mobile version