Kota Malang, blok-a.com – Meski World Trade Cellular (WTC) Sarinah sudah dibuka, masih ada segelintir pedagang yang enggan pindah dari Malang Plaza.
Sekadar diketahui, setelah Malang Plaza terbakar, pemerintah dan pihak mal telah menyediakan tempat pengganti yakni di WTC Sarinah.
Salah satu pedagang Malang Plaza yang masih bertahan adalah Bung Abas. Pedagang ponsel itu menolak untuk pindah dari Malang Plaza ke WTC Sarinah. Sebelumnya, Bung Abas sudah ditawari untuk pindah ke WTC Sarinah. Namun karena kendala biaya sewa, dia menolak.
“Di sana kan yang makin murah makin ke dalam, tidak kelihatan,” jelas lelaki berambut ikal itu ditemui blok-a.com, Minggu (13/8/2023).
Bung Abas biasanya membuka kios handphone di bagian depan Malang Plaza. Kios itu menghadap ke pintu masuk Malang Plaza. Dengan harga sewa sekitar 1 jutaan, Bung Abas bisa mendapatkan tempat yang dianggapnya strategis. Sedangkan, kiosnya terpaksa tutup karena terdampak kebakaran meski tidak mengalami kerusakan berarti.
Bung Abas juga lebih percaya dengan pelanggan-pelanggannya. Dia cukup berjaga di depan pintu keluar Malang Plaza dengan sebuah meja lebar. Meja itu jadi satu dengan payung penjaga parkir.
Bung Abas juga tidak sendiri. Masih banyak beberapa rekannya yang ogah pindah ke WTC. Mereka tetap berjajar di sepanjang Malang Plaza. Masih ada mereka yang sambil berjualan camilan dan air minum.
“Ya kami kurang minat lah untuk pindah. Sudah terlalu lama juga kami menunggu,” beber Bung Abas.
Di lain sisi, Asisten Kepala Operasional WTC Sohibrin menyebut, memang relokasi cukup memakan waktu.
“Sejak kebakaran itu sampai buka ini kan ya 4 bulanan, jadi banyak rekan kami pindah,” bebernya.
Dia juga sering menerima keluhan fasilitas. Salah satunya seperti etalase yang tidak cocok, luas kios yang tidak sepadan dengan biaya sewa, dan lampu yang terlalu terang. Kebanyakan mereka juga mengandalkan pelanggan lama dari kios sebelumnya.
Meski demikian, Sohibrin mengatakan, masih ada kios kosong tersedia. Dari 90 kios masih baru terisi 81 saja. Artinya terdapat sembilan kios masih bisa ditempati. Namun tidak semua pengusaha handphone boleh mengisi. Hanya mereka yang terdampak kebakaran Malang Plaza pada waktu lalu saja.
“Kecuali kalau terpaksa ya, tapi memang tujuan awal dari relokasi ini ya jelas yang terdampak,” ujar Sohib. (mg2/bob)










Balas
Lihat komentar