Kenapa Ada Tong Legend di Tengah Persimpangan Merjosari Malang

Kenapa Ada Tong Legend di Tengah Persimpangan Merjosari Malang (blok-A/Helen
Kenapa Ada Tong Legend di Tengah Persimpangan Merjosari Malang (blok-A/Helen

Kota Malang, blok-a.com — Tong di tengah perempatan Merjosari, Kota Malang ini bermanfaat untuk para pengendara, Senin (21/11/2022). Tong itu pun jadi legend di kalangan pengendara.

Tong yang berisi semen yang berada di tengah perempatan Merjosari itu ternyata sudah diletakkan sejak akhir tahun 80-an atau sekitar 1988-1989.

Menurut Agung Buana, Pengamat Budaya Kota Malang, tong yang berada di perempatan Merjosari tersebut dibuat dengan tujuan agar kendaraan yang melalui jalan itu tidak bertumbukan.

“Awalnya tong itu diletakkan oleh warga untuk mengantisipasi adanya tumbukan di perempatan tersebut,” tutur Agung saat diwawancarai oleh wartawan Blok-a.com, Senin (21/11/2022).

Pada awal diletakkannya tong tersebut, warga tidak mengisinya dengan semen. Tong kosong tersebut diletakkan di tengah-tengah perempatan. Namun, karena banyaknya kendaraan yang lewat dan menabrak tong tersebut, akhirnya banyak kerusakan pada tong.

Melihat hal tersebut, warga menambahkan batu untuk mengisi tong. Akan tetapi, walaupun sudah diisi batu, tong tersebut masih tetap rusak setelah ditabrak oleh kendaraan-kendaraan. Akhirnya, warga mengisi tong itu dengan semen agar lebih kokoh.

“Itu awalnya tong kosong saja, lalu karena karakter pengendara di Malang ini akhirnya tong itu mleyot karena tumbukkan kendaraan,” ujar Agung.

“Akhirnya warga sekitar ngide nambahin semen biar tong nya lebih kokoh, tp awalnya mereka nambahin batu dulu tapi ternyata masih tetap mleyot,” tambahnya.

Yunarto (42), seorang polisi cepek yang bertugas mengatur lalu lintas di perempatan tong tersebut, mengaku bahwa tong tersebut sudah ada semenjak dirinya tiba di Malang di tahun 1994.

“Itu tong nya sudah lama sekali, semenjak saya datang itu sekitar tahun 1994,” ujar Yunarto saat diwawancarai wartawan Blok-a, Senin (21/11/2022).

Lebih lanjut, Yunarto (42) menambahkan bahwa perempatan tersebut ramai saat ada acara wisuda di kampus terdekat. Ia juga mengatakan bahwa perempatan tersebut memang ramai pengendara terutama karena ada kelurahan, sekolah, dan beberapa kampus. (bob)

Exit mobile version