Kelurahan Bintoro dan Yayasan Platu Gelar Workshop Pengolahan Makanan Bergizi Seimbang Untuk Tekan Angka Stunting

Pelaksanaan workshop bagi kader dan warga Bintoro terkait pengolahan menu lokal untuk mencegah stunting bagi bayi dan balita di Kantor Kelurahan Bintoro. (blok-a.com/Anggun)

Jember, blok-a.com – Stunting yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan nasional, perlu mendapatkan perhatian dan penanganan khusus dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah. 

Seperti yang dilakukan Kelurahan Bintoro yang bekerja sama dengan yayasan platu untuk mengadakan kegiatan workshop bagi kader dan warga sekitar terkait pengolahan menu lokal untuk mencegah stunting bagi bayi dan balita.

Lurah Bintoro, T Heru Indra mengatakan, Dengan kegiatan seperti ini diharapkan ibu-ibu dan kader PKK dapat melakukan kreasi memasak, sehingga balita suka dengan menu makanan yang dikonsumsi serta bergizi tinggi. sehingga diharapkan bisa mencegah peningkatan angka stunting, Kamis (20/10/2022).

“Kegiatan hari ini dimotori oleh tim dari Yayasan Platu bagi kader dan warga Bintoro, untuk kegiatan belajar memasak dalam rangka pengolahan keanekaragaman pangan menjadi bahan baku yang mudah dan bergizi tinggi,” kata Heru.

Menurutnya, Dengan melakukan Pemenuhan makanan yang mengandung gizi seimbang ini diharapkan bisa menekan angka stunting pada anak di wilayahnya.

“Agar mudah diserap oleh balita sehingga dengan olahan tersebut diharap bisa menekan angka stunting, untuk wilayah Bintoro dan Jumerto. Sehingga para perwakilan bisa menyebarluaskan kepada para kader dan warga yang lainnya,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa kunci mencegah stunting diantaranya adalah mengkonsumsi makanan bergizi yang tidak harus mahal, yang bahan – bahannya bisa didapatkan dari lingkungan rumah seperti sayur atau buah yang ditanam di pekarangan rumah.

Sehingga Lurah Bintoro ini berharap, pihaknya dapat bekerjasama dengan yayasan lainnya yang bisa memberikan edukasi tentang pemanfaatan pekarangan rumah untuk menjadi salah satu alternatif mendapatkan sayur dan buah bergizi yang murah untuk penanganan stunting.

“Harapannya, untuk kegiatan seperti ini bisa terus kita kerjasamakan dengan yayasan yang lain, dengan program yang lebih meluas tidak hanya produk pangan dan gizi saja, tetapi produk penyiapan bahan baku seperti tanaman dalam pot, tanaman dalam pekarangan yang bisa di manfaatkan di wilayahnya sendiri,” pungkasnya. (Anggun)

Exit mobile version