Blitar, blok-a.com – Penyaluran bantuan beras sejahtera daerah (rastrada) di Kota Blitar, Senin (30/6/2025), sempat diwarnai dengan kebingungan di kalangan warga penerima manfaat.
Di Kelurahan Sukorejo, sejumlah warga tampak kebingungan terkait sistem pengambilan bantuan Rastrada untuk periode kedua.
Kebingungan ini muncul karena pada kartu yang diterima tidak tercantum nama warung atau lokasi pengambilan beras. Situasi ini membuat warga kesulitan dalam mengambil bantuan yang seharusnya mereka terima.
Poini, salah satu warga Sukorejo, mengungkapkan jika di kartunya tidak tercantum nama warung atau lokasi pengambilan.
“Punya saya di kartu ini tidak ada nama lokasi toko atau warungnya,” ujarnya.
Selain itu, ketidakpuasan juga dirasakan oleh beberapa warga terhadap sistem penyaluran yang dianggap belum sepenuhnya siap.
“Saya sudah terdaftar tapi belum dapat kartu, jadi tidak bisa mengambil,” keluh Sugiati, salah satu penerima bantuan.
Banyak dari mereka yang terpaksa pulang dengan tangan hampa, menunggu hingga kartu diterbitkan oleh petugas.
Meskipun terdapat kendala, penyaluran bantuan beras Rastrada tetap dilakukan untuk 7.751 kepala keluarga, meningkat 1.500 penerima dibandingkan periode sebelumnya.
“Secara umum dibanding periode pertama kemarin, kita menambah kuotanya sekitar 1.500 keluarga penerima manfaat. Ini memang untuk menambah jangkauan kita terhadap masyarakat yang kurang mampu,” kata Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
Dalam upaya menangani keluhan masyarakat, Pemerintah Kota Blitar membuka ruang pengaduan bagi warga yang belum menerima bantuan.
“Masyarakat yang komplain akan diperiksa ulang apakah benar berhak menerima bantuan atau tidak,” tegas Wali Kota.
Ia juga menekankan pentingnya pembaruan data yang akan dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan akurasi penerima bantuan.
Besaran bantuan Rastrada di Kota Blitar adalah 10 kilogram beras per bulan untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang disalurkan setiap empat bulan sekali.
Dengan total 40 kilogram beras dalam satu tahap penyaluran, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga kurang mampu di daerah tersebut. (jar/lio)









