KOTA MALANG – Angka kasus covid-19 di Kota Malang terus bertambah. Hingga 10 Desember 2020 tercatat ada tambahan 31 orang yang terkonfimasi positif Covid-19. Hingga total pasien saat ini mencapai 2.417 pasien.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji menegaskan jika protokol kesehatan akan kembali diperketat. Bahkan, ia akan kembali membuat surat edaran pelarangan wisuda tatap muka yang sebelumnya telah diijinkan oleh Pemkot.
Pelaksanaan wisuda dalam tatanan normal baru produktif dan aman covid-19 tertuang dalam Surat Edaran Walikota Malang Nomor 30 Tahun 2020 yang diterbitkan pada 10 Desember 2020. Dalam surat tersebut menginstruksikan kampus agar melakukan wisuda secara daring.
“Dikhawatirkan ketika wisuda tatap muka dilaksanakan terjadi lonjakan pasien terkonfimasi positif Covid-19,” terangnya saat dikonfirmasi rekan media melalui seluler, Jumat (11/12).
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih mewaspadai Covid-19. Salah satunya, dengan tetap menjalankan 3M, yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak Aman, dan Mencuci Tangan menggunakan air mengalir dan sabun.
“Harus enjoy dan hindari kerumunan. Karena kita nggak tahu OTG dimana, yang paling penting, terapkan 3M dan selalu jaga kesehatan dan imun,” tandas dia.
Selain wisuda tatap muka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang juga menghentikan uji coba sekolah tatap muka. Hal tersebut tertuang dalam surat nomor 421/5073/35.73.401/2020.
“Untuk kondisi saat ini, sesuai arahan pimpinan, kami meminta TK/PAUD, SD dan SMP Negeri maupun Swasta untuk tidak melakukan uji coba sekolah tatap muka hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis surat edaran tersebut yang ditandatangani Kadisdikbud Kota Malang, Zubaidah.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud, Siti Ratnawati mengungkapkan, atas edaran tersebut, pihaknya juga belum bisa memastikan sekolah tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun depan.
“Untuk tatap muka 2021, kami juga belum bisa memastikan secara pasti, karena memang tunggu kebijakan dari Pemkot dan gugus tugas. Yang penting kami sudah melakukan persiapan dulu, jadi sewaktu-waktu keadaannya aman dan memungkinkan ya, anak-anak bisa kembali ke sekolah,” tandas dia.




