Kabupaten Malang, blok-a.com – Tim gabungan masih memantau kawasan Gunung Kawi setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah tersebut. Hingga Minggu (20/9/2026), tidak ditemukan api besar maupun asap tebal. Namun, bara dari pohon mati masih mengeluarkan asap di beberapa titik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut luas area terbakar di wilayah Pos Lapang Merkusi mencapai sekitar 385 hektare. Rinciannya, Kecamatan Wagir 362 hektare, Ngajum 18 hektare, dan Wonosari 5 hektare.
“Berdasarkan observasi dan upaya pemadaman lapangan tidak ditemukan nyala api dan asap tebal kebakaran yang besar. Namun, di beberapa tempat masih terdapat kepulan asap dari bara pohon mati yang terbakar,” ujar Sadono, Senin (21/9/2026).
Satu titik yang masih membutuhkan pemantauan dan pendinginan berada di Gunung Gentong Kucur, dengan koordinat -7.960117S 112.485536E.
Pada Minggu, tim darat diberangkatkan dari tiga pos pantau. Sebanyak tujuh personel dari Pos Pantau Keraton menuju Puncak Pitrang, 28 personel dari Pos Pantau Merkusi menuju Puncak Batu Tulis, dan tujuh personel dari Pos Pantau Dalisodo menuju Puncak Gunung Malang.
Selain pemadaman darat, BPBD Jawa Timur melakukan water bombing sebanyak 12 kali yang difokuskan di Blok Pitrang Barat, wilayah Kabupaten Blitar.
Kebakaran juga menyebabkan saluran pipa air minum warga di jalur Gunung Gentong terbakar. Akibatnya, aliran air menuju Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, terputus.
BPBD Kabupaten Malang merekomendasikan pemantauan dan pemadaman berkelanjutan, termasuk pendinginan melalui udara. Seluruh pos lapang dan pos pantau diminta segera menangani titik api atau asap yang ditemukan. (yog/bob)




