Sumenep, blok-a.com – Merebaknya isu pembayaran sewa hall salah satu hotel favorit Sumenep membengkak atau patut diduga janggal, membuat isu itu kian berkembang liar. Pasalnya, pihak penyelenggara kegiatan selaku penyewa hall hotel mentransfer dana melampaui uang sewa hotelnya alias kelebihan transfer.
Menanggapi hal itu, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sumenep As’ad Zainuddin mengungkapkan jika terkait uang sewa hall hotel itu yang lebih paham teknisnya Syaiful Bahri. Sebab dia kemarin yang menjadi penanggung jawab pelaksana kegiatan.
“Bukan saya penanggung jawab pelaksana kegiatannya. Jadi lebih detailnya silahkan komunikasi langsung dengan pegawai saya Pak Syaiful. Sebab saya baru masuk menjabat Kabid Dinkes pada November 2021. Sehingga saya belum mempunyai tanggung jawab terkait dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2021 lalu,” katanya menegaskan.
Jadi, kata dokter muda ini, dirinya belum terlibat secara langsung dengan kegiatan-kegiatan yang direncanakan di tahun 2021. Termasuk kegiatan yang di hotel tahun lalu itu, sebetulnya tidak murni melekat di bidangnya Syaiful. Hanya memang Syaiful itu sebagai penanggung jawabnya.
“Memang kemarin anggaran kegiatan itu melekat di bidang yang lain yakni bidang Kesmas. Tapi pelaksana kegiatannya itu Syaiful terkait dengan program kesehatan tradisional. Itu yang saya tahu,” ujarnya.
As’ad membeberkan ketika ditanyakan ke pegawainya Syaiful bahwa memang ada dana khusus dari pusat alias Dana Alokasi Khusus (DAK). Lantaran masih pandemi Covid-19, kemudian uang itu disetor ke pihak hotel. Tapi memang uang itu tidak digunakan keseluruhan, karena terkait konsumsi dan lain-lain.
“Kemarin saya sudah bilang untuk segera dkonsultasikan ke pihak Inspektorat. Itu nanti kalau sudah ada tanggapan dari pihak Inspektorat, bahwa nanti uang itu akan dikembalikan ke pusat,” uangkapnya.
Kata Kabid Yankes, memang lebih bagus nanti berkoordinasi langsung dengan Syaiful selaku penanggung jawab teknis. Jawaban dari beliau itu karena paket. Lantaran itu paket dari pusat, anggarannya memang benar jumlahnya dengan alasan untuk percepatan penyerapan anggaran karena sudah akhir tahun. Sehingga itu harus dilaksanakan.
“Saya sudah bilang dari awal terkait anggaran ini, saya tidak tahu dari awal. Jadi nanti lebih enaknya ditanya ke yang bersangkutan. Saya tidak tahu dari awal dan saya tidak berani menyampaikan secara sesuatu yang tidak saya ketahui,” katanya. (Aldo/Gatut)




