Banyuwangi, blok-a.com – Pasar Hewan Glenmore di Kabupaten Banyuwangi mengalami penurunan aktivitas signifikan pada hari pasaran Jumat Legi (18/7/2025).
Jumlah hewan ternak yang masuk, terutama sapi dan kambing, serta kedatangan pembeli dari luar kota menurun drastis dibanding hari pasaran biasanya.
Koordinator Pasar Hewan Glenmore, Habibi, melalui stafnya Agung Ria Gustana, membenarkan kondisi tersebut.
Menurut Agung, penurunan ini memang kerap terjadi saat Jumat Legi, yang secara tradisional dianggap hari yang kurang menguntungkan untuk berdagang hewan ternak.
“Hari ini jumlah sapi yang masuk kurang dari 130 ekor, padahal biasanya bisa mencapai 260 ekor di hari pasaran normal,” ujar Agung kepada blok-a.com.
Penurunan mencapai sekitar 40 persen, berdampak langsung pada pendapatan retribusi pasar yang tidak mencapai target harian.
Meski demikian, harga jual sapi justru mengalami kenaikan. Salah satu contohnya adalah sapi jenis Limousin jantan usia satu tahun, yang biasanya dijual seharga Rp13 juta, kini mencapai Rp16 juta per ekor.
Tak hanya jumlah ternak, pembeli dari luar daerah juga berkurang signifikan. Jika pada hari pasaran biasa terdapat sekitar 14 kendaraan pembeli luar kota, hari ini hanya tercatat tiga unit kendaraan yang datang.
“Penurunan jumlah pembeli dan pedagang saat Jumat Legi sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Ini memang sudah jadi semacam tradisi,” kata Agung.
Pihak pengelola pasar berharap situasi kembali normal pada hari pasaran Jumat pekan depan, baik dari sisi jumlah ternak maupun kunjungan pembeli, agar pendapatan retribusi pasar dapat kembali stabil.
Sebagai informasi, Pasar Hewan Glenmore merupakan salah satu pasar hewan yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan hanya beroperasi setiap hari Jumat.
Penurunan aktivitas seperti yang terjadi hari ini bisa berdampak pada kelancaran perdagangan sapi dan kambing di wilayah tersebut.(kur/lio)




