Blok-a.com – Calon legislatif (Caleg) muda Dapil Malang Raya, Asandra Salsabila berkomitmen untuk menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangan dari DPR RI jika terpilih dalam pemilu 2024.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam podcast Blok-a.com yang bertajuk ‘Pulang Kerja’, Sabtu (3/1/2024).
Menurut pernyataan Asandra, gaji dan tunjangan yang ia dapatkan di DPR RI, 100 persen akan disumbangkan ke Dapil yang selama ini membantunya berkampanye.
“Komitmen aku 100 persen gaji dan tunjangan dari DPR RI akan aku wakafkan balik untuk Dapil. Jadi aku tidak akan menerima gaji dari pekerjaan ini,” ungkap Asandra, dikutip dalam kanal YouTube Blok-a.com.
Keputusan tersebut didasari atas keinginan Asandra untuk bersedekah melalui ilmu dan kinerja yang ia berikan selama menjadi anggota DPR RI.
“Karena memang aku memandang, kalo terpilih ya, di DPR RI itu adalah cara aku untuk bersedekah kinerja, ilmu dan energi,” jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, Asandra merupakan salah satu caleg muda DPR RI dari partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Meski masih berusia 24 tahun, tekad Asandra untuk menjadi wakil rakyat patut diacungi jempol. Hal tersebut dikarenakan ia memiliki sejumlah program salah satunya yakni advokasi untuk perluasan lapangan kerja.
Dalam hal ini, inisiatif yang dicanangkan oleh Asandra adalah pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi pemuda di wilayah Malang Raya.
Selain itu, Asandra juga berkomitmen untuk membuka 10 posko pengaduan di setiap kecamatan di Malang yang menjadi daerah pilihnya. Pembuatan posko ini bertujuan untuk menampung semua aspirasi warga.
“Jadi target aku jika terpilih, tahun ini aku akan buka 10 posko, terus tahun depan lagi 10 dan seterusnya sampai Insya Allah bisa tersalurkan nanti aspirasinya,” kata Asandra.
Tak hanya menyediakan pos pengaduan, Asandra juga bertekad untuk memperbaiki infrastruktur, khususnya jalanan yang ada di daerah pedesaan Malang.
Karena menurut Asandra, infrastruktur yang baik akan mendukung kegiatan warga terutama dalam bidang perekonomian.
“Menurut aku infrastruktur itu wajib diperjuangkan apalagi di Kabupaten Malang, karena ini nanti akan ngefek ke semuanya,” beber Asandra.
“Karena selama ini, petani tuh hanya mengandalkan tengkulak datang untuk mengambil komoditasnya. Sedangkan kalo jalannya bagus kan banyak opportunity, mereka bisa berjualan tanpa mengandalkan tengkulak datang,” sambungnya. (hen)









