Jatim Punya Kantor Layanan Kasus Perempuan dan Anak Terlengkap se-Indonesia!

Atraksi self-defense oleh GASPOL Jatim. (Pemprov Jatim)
Atraksi self-defense oleh GASPOL Jatim. (Pemprov Jatim)

Surabaya, blok-a.com – Ada persoalan perempuan dan permasalahan anak? Di Surabaya sudah tersedia layanan terintegrasi dan terlengkap.

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim memiliki 11 layanan terlengkap se-Indonesia.

Gedung UPT tiga lantai ini juga ada layanan untuk korban kekerasan perempuan dan anak.

Sesuai amanah UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) nomor 12 tahun 2022 dalam Bab 6 pasal 76 ayat 3, maka 11 layanan di UPT ini dipadukan.

Ke-11 layanan itu meliputi penerimaan laporan/penjangkauan, pemberian informasi tentang hak korban, memfasilitasi pemberian layanan kesehatan, memfasilitasi pemberian layanan penguatan psikologis, memfasilitasi pemberian layanan psikososial rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial dan reingarasi sosial.

Selanjutnya layanan hukum, identifikasi kebutuhan pemberdayaan ekonomi, identifikasi kebutuhan penampungan korban dan keluarga korban yang diperlukan, fasilitasi kebutuhan korban penyandang disabilitas, mengorganisasikan dan kerjasama atas pemenuhan hak korban dengan lembaga lainnya, serta memantau pemenuhan hak korban oleh aparat penegak hukum selama proses acara peradilan.

UPT ini telah medapat apresiasi dari kementerian PPPA karena satu-satunya UPT PPA di Indonesia yang melakukan pelayanan terpadu  bersinergis pentahelix dengan lembaga masyarakat terkait.

Gedung UPT ini baru diresmikan Minggu, 30 April 2023, sore di Jalan Raya Arjuno nomor 88 Surabaya.

Selain terlengkap, UPT ini juga terbesar di Indonesia dengan fungsi pelayanan one stop service. Semua pelayanan perlindungan perempuan dan anak dilakukan di UPT PPA DP3AK Provinsi Jatim ini.

Dengan fasilitas dan sarana yang lebih lengkap diharapkan akan mampu memaksimalkan pelayanan terhadap korban. Di antaranya, kapasitas rumah aman hingga 20 orang, ruang konsultasi hukum dan psikologis, ruang therapy anak, ruang case conference/ ruang rapat, akses khusus bagi penyandang disabilitas, dan berbagai kelas pelatihan untuk pemberdayaan perempuan.

Layanan Gratis

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan UPT PPA ini menariknya sudah kerjasama dengan mitra jejaring penanganan kasus perempuan dan anak.

Di antaranya Dinas Sosial Provinsi Jatim, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, BP2MI, UNICEF, LPA Jatim, Lembaga Hukum (SCCC, UKBH Unair), LKSA binaan Dinsos yang terverifikasi, LPSK, dan Satgas PMPA..

Untuk itu UPT PPA Dinas P3AK Provinsi Jatim ini akan melayani perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta perlindungan khusus.

Kemudian pelayanan pengaduan masyarakat, penjangkauan korban, pelayanan rujukan kasus, perlindungan dan pengamanan korban  di rumah aman (shelter), penanganan korban dan pengelolaan kasus, rehabilitasi kesehatan fisik dengan playanan medis dasar maupun lanjutan ke rumah sakit jejaring.

Selain itu juga rehabilitasi dan pendampingan psikologis oleh psikolog klinis, dan rehabilitasi sosial oleh pekerja sosial (social worker) profesional, serta pelayanan bantuan dan pendampingan hukum, pelayanan mediasi, fasilitasi visum et repertum dan visum psichyatricum, pelayanan pemulangan dan reintegrasi sosial yang sesuai perkembangan korban.

“Semua pelayanan yang diberikan tidak dipungut biaya atau gratis,” terangnya.

Selain itu, UPT PPA ini dilengkapi Pusat Pembelajaran Pemberdayaan Perempuan terutama bagi kelompok  rentan dan potensial.

Yakni tempat pelatihan bagi para perempuan baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik dan hukum.

Pendidikan ini diprioritaskan untuk para penyintas korban yang telah pulih secara psikologis dan bagi perempuan rentan KDRT dan pencari nafkah utama.

Pusat pembelajaran pemberdayaan perempuan ini terdiri dari ruang belajar beauty class, cooking class, dan kelas hukum politik serta , kelas sosial jujitsu.

“Khusus untuk politik dan hukum akan kita prioritaskan untuk perempuan perwakilan organisasi, OSIS dan BEM agar dapat membantu untuk menguatkan perlindungan perempuan dan anak,” katanya.

Pemprov Jatim sendiri terus memberikan kesempatan luas bagi kaum perempuan dalam mendapatkan akses dan manfaat dalam pembangunan.

Dari hasil pembangunan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang dilihat melalui Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jatim menikngkat dari 91,67 di 2021 menjadi 92,08 pada 2022.

Saat ini telah ada UPT PPA di 15 kabupaten/kota, targetnya 38 daerah se Jatim.

Sebelum usai acara Khofifah menyerahkan zakat produktif kepada 50 orang berupa paket dan uang transport kepada perwakilan Ojol dan penyintas KDRT.

Atraksi Self Defence

Di akhir acara digelar atraksi self-defense oleh GASPOL (Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online). Para srikandi ojek online itu telah dilatih Institut Ju-Jitsu Indonesia.

Pelatihan Self Defence ini dilakukan agar para srikandi ojek online memiliki kemampuan membela diri bila dalam keadaan bahaya.

Acara diakhiri dengan istighosah dan doa dari KH Asep Saifuddin Chalim.(kim/lio)

Exit mobile version