Sumenep, blok-a.com – Kapal yang dinahkodai oleh Satria Kukuh Pratama dikabarkan tenggelam disebelah barat pulau sapudi, pada Selasa 21 Juni 2022 kemarin. Namun, saat ini belum bisa dipastikan penyebab tenggelamnya kapal tersebut.
Kepala Desa Pancor, Kecamatan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Ainur Rahman membenarkan adanya insiden itu. Ia mengaku kapal jenis General Cargo dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) 14 orang itu berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Kota Balikpapan, Kalimantan.

“KM. Fajar Nusantara dengan jumlah kru kapal 14 orang berangkat dari Tanjung Perak Surabaya tujuan Balikpapan pada 19 Juni 2022 sekita pukul 15.02 sore,” jelasnya.
Menurutnya, pada tanggal 21 Februari 2022 kapal yang bermuatan barang campuran itu kapal tidak jadi melintasi perairan laut jawa dikarenakan cuaca tidak bersahabat. Sehingga kapal berputar arah dan berlindung disekitar pulau Sapudi.
“Pagi ini telah sebanyak 14 crew kapal dengan Anak Buah Kapal (ABK) ditemukan selamat oleh nelayan P. Munadi dan dibawa ke Dermaga Panarukan, Situbondo,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun awak media, Basarnas Kalianget Sumenep telah mengerahkan KN Basarnas untuk mencari lokasi tenggelamnya kapal tersebut.
Kapal itu diketahui berangkat dari Tanjung Perak Surabaya menuju Balikpapan. Sayangnya beberapa saat kemudian kapal itu hilang kontak di perairan Sapudi Sumenep pada Selasa, 21 Juni 2022 sekitar pukul 21.00 malam.

“Berdasarkan informasi dari petugas stasiun radio pantai yang dibenarkan oleh Kepala Pos SAR Basarnas Kalianget, memang benar peristiwa itu,” ungkap Kaubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.
Sampai saat ini, pihak-pihak terkait intens melakukan koordinasi untuk pencarian korban serta mengumpulkan informasi perihal kejadian laka laut tersebut. “Semoga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Widi pada awak media. (Aldo)




