Kota Malang, blok-a.com — Berikut adalah skema satu arah Kayutangan yang ramai dibicarakan masyarakat Kota Malang.
Masih banyak masyarakat yang bingung terkait skema satu arah Kayutangan yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Malang.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, membeberkan terkait skema satu arah.
Berdasarkan denah yang diberikan oleh Widjaja, jalan yang dibuat satu arah meliputi Jalan Jend. Basuki Rahmat, Jalan Brigjend. Slamet Riyadi, Jalan Kahuripan, Jalan Brawijaya, Jalan Majapahit, Jalan Arjuno, dan Jalan Bromo.

Untuk Jalan Jend. Basuki Rahmat dari Alun-alun Kota Malang dibuat satu arah ke utara menuju perempatan Rajabali pengendara akan diarahkan ke timur dan barat menuju Jalan Kahuripan dan Jalan Semeru.
Masih di jalan yang sama, dari arah utara (PLN Kota Malang) menuju selatan ke perempatan Rajabali dan diarahkan ke timur dan barat menuju Jalan Kahuripan dan Jalan Semeru.
Kemudian Jalan Semeru juga hanya menuju ke barat. Nantinya pengendara bisa berbelok menuju Jalan Arjuno dan bisa juga lanjut lurus menuju Stadion Gajayana.
Jalan Arjuno dibuat satu arah menuju ke Jalan Kawi.
Jalan Bromo juga dibuat hanya satu arah menuju ke utara ke Jalan Buring dan Jalan Brigjend. Slamet Riyadi.
Untuk Jalan Brigjend. Slamet Riyadi, dibuat satu arah menuju pertigaan PLN Kota Malang.
Jalan Kahuripan dibuat satu arah menuju ke timur saja. Namun, saat di perempatan pengendara bisa menuju ke Jalan Brawijaya dan Jalan Belakang RSU.
Jalan Brawijaya juga dibuat satu arah menuju ke selatan saja menuju Jalan Majapahit.
Kemudian yang terakhir, Jalan Majapahit. Jalan ini dibuat satu arah menuju selatan lalu berbelok ke timur menuju Jalan Merdeka Timur.
Itulah skema satu arah Kayutangan yang akan diterapkan Februari 2023. (len/bob)



