Kota Malang, blok-a.com — Banjir masih saja melanda Jalan Mergan Kelapa Sawit, Sukun, Kota Malang. Padahal sebelumnya sudah sempat dibuat drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.
Dian, warga setempat, mengaku bahwa tidak ada perubahan yang signifikan pasca selesai dibangunnya drainase dengan anggaran Rp 4,5 Miliar tersebut.
”Belum ada perubahan setelah ada saluran (drainase). Kalau hujan deras masih ada genangannya,” ungkap Dian.
Saat dikonfirmasi, Staf DPUPRPKP, Yocky Agus Firmanda mengatakan, alasan utama banjir melanda wilayah tersebut karen masih ada pengecoran.
“Memang ada pengecoran di Jalan Mergan Kelapa Sawit pada outlet ke sungai metro. Makanya pintu air masih ditutup dulu sehingga airnya meluap ke jalan,” tutur Yocky pada blok-a.com, Kamis (15/12/2022).
Pengecoran tersebut dilakukan untuk membangun peredam energi dari bangunan terjunan ke sungai metro.
Bangunan peredam ini berfungsi untuk meredam loncatan hidrolis agar bangunan di sekitar aliran tersebut tetap aman.
“Karena di sekitar aliran situ banyak rumah warga makanya dibangun peredam untuk aliran hidrolis agar tetap aman,” ujar Yocky.
Ia menjelaskan, bahaya dari aliran hidrolis ini terhadap bangunan adalah rembesan terjadi apabila bangunan harus mengatasi beda tinggi muka air dan jika aliran yang disebabkannya meresap masuk ke dalam tanah di sekitar bangunan.
Yocky menambahkan bahwa jika pengerjaan tersebut sudah selesai, tidak akan terjadi banjir lagi karena pintu air sudah dibuka dan air tidak akan meluap.
“Kalau sudah selesai, insya allah tidak akan banjir lagi,” pungkasnya.
Pengerjaan bangunan peredam aliran hidrolis rencananya akan selesai sebelum tanggal 25 Desember 2022 mendatang.(lio)




