BLOK-A – Sukses pecahkan rekor dan berbagai prestasi, performa panggung yang keren, serta penggemar bejibun di berbagai belahan dunia. Rasanya layak menyematkan gelar role model kepada boygroup asal Korea Selatan, Bangtan Boys alias BTS.
Boygroup yang beranggotakan tujuh orang itu juga baru-baru ini dinobatkan sebagai Entertainer of the Year versi majalah TIME. Pada tahun ini, BTS memecahkan banyak rekor. Perilisan lagu Dynamite misalnya, video musik single tersebut menjadi yang paling banyak ditonton di YouTube hanya dalam waktu 24 jam.
Tak hanya itu, Dynamite menguasai tangga lagu Billboard Hot 100. Maka layak-layak saja, BTS menjadi role model bagi banyak orang karena selalu memberikan pengaruh positif di tengah karier mereka yang mendunia.
1. Tema Lagu Positif BTS
Tak seperti kebanyakan lagu-lagu remaja yang kerap berbicara tentang cinta, BTS selalu membuat lagu bertemakan self-love atau mencintai diri sendiri.
Selain itu, lagu-lagu BTS juga meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental dan tidak apa-apa jika merasa tidak baik-baik saja. Seperti salah satunya lagu Life Goes On, yang bercerita tentang situasi saat ini. Meski dalam keadaan sulit, hidup harus tetap berjalan.
2. Menghindari Toxic Positivity
Meski banyak pesan positif yang disampaikan melalui karya-karyanya, BTS cenderung sangat berhati-hati untuk tidak menyebarkan toxic positivity atau sikap positif yang berlebihan.
BTS berusaha menyampaikan kalau sedih atau gagal melakukan sesuatu itu nggak apa-apa karena manusia memang nggak bisa selalu senang atau sukses.
“Tidak apa-apa jika kamu menyerah sekarang. Menyerah membutuhkan keberanian yang besar. Kamu berani dan melakukannya dengan baik.” kata Suga, salah satu member BTS pada seorang fan di live broadcast-nya.
3. Anti Kekerasan dan Pro-kesetaraan
BTS kerap menyuarakan anti kekerasan, sesuatu yang dibutuhkan dunia ini karena laki-laki masih diidentikkan dengan kekerasan.
Pada 2017, BTS meluncurkan kampanye bertajuk Love Myself yang bekerja sama dengan UNICEF untuk #ENDViolence bagi anak-anak dan remaja di Korea serta seluruh dunia.
Pada April 2018, BTS menggelar tur dunia ke Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, dan Jepang untuk mempromosikan kampanye tersebut dan mengadakan penggalangan dana.
Semua uang yang terkumpul dari kampanye tersebut digunakan untuk melindungi dan mendukung anak dan remaja yang terdampak kekerasan dalam rumah tangga, sekolah dan kekerasan seksual. Mereka juga memberdayakan komunitas untuk menghentikan kekerasan.
Selain #ENDViolence, mereka juga aktif berdonasi untuk berbagai isu kesetaraan seperti mendukung gerakan Black Lives Matter dengan menyumbang sebesar USD 1 juta.
4. Berpidato di Sidang Umum PBB
Sebagai salah satu figur Korea Selatan yang paling banyak diikuti di media sosial dan memiliki basis ARMY (sebutan fan BTS), pengaruh BTS sudah tidak diragukan.
PBB bahkan mengundang mereka sebagai bagian dari Sidang Umum PBB pada 2018 dan September lalu, di mana sang leader, RM, memberi pidato tentang penerimaan diri sendiri.
“Sekarang, lebih dari apapun, kita harus mencoba mengingat diri kita yang sebenarnya. Kita harus mencoba mencintai diri sendiri dan membayangkan masa depan. BTS akan di sini bersama kalian,” kata RM kala itu.
BTS juga jadi figur publik termuda yang menerima penghargaan dari Korea Selatan yakni Order of Cultural Merit karena berhasil membawa budaya dan bahasa Korea ke seluruh dunia.




