Hutan Malabar Bakal Jadi CFD, Tampung PKL di Jalan Ijen

Hutan Malabar direncanakan akan menjadi salah satu titik CFD Kota Malang (blok-a.com / Berril Mbois)
Hutan Malabar direncanakan akan menjadi salah satu titik CFD Kota Malang (blok-a.com / Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Rencana menyulap Hutan Kota Malabar menjadi salah satu titik Car Free Day (CFD) di Kota Malang mulai dimatangkan. Lokasi ini bakal dijadikan area bebas kendaraan setiap Minggu pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Namun, keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di dekatnya masih jadi pekerjaan rumah pemerintah kota.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyatakan, masalah bau sampah dari TPS yang berada tak jauh dari hutan akan dikaji lebih dalam bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

“Nanti saya mau tanya TPS ini menghimpun dari mana karena sekarang sudah ada teknologi supaya baunya tidak kemana-mana. Contoh di Kepanjen ada TPA Wisata, tidak ada baunya. Nanti kita akan coba dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, kehadiran CFD di Hutan Kota Malabar juga bertujuan menampung pedagang kaki lima (PKL) yang tak kebagian lapak di kawasan Jalan Ijen. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya pengawasan agar kebersihan tetap terjaga.

“Nanti ditata, datang bersih maka selesai juga harus bersih. Kalau ada banyak PKL kan akan banyak orang yang datang. Pokoknya jangan sampai ganggu lalu lintas,” tegasnya.

Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymon Matondang menyebut pihaknya siap menindaklanjuti instruksi tersebut. Langkah awal akan dilakukan melalui koordinasi dengan bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH.

“Supaya nanti pada waktu PAK ada anggaran untuk penataan tambahan sesuai alokasi target. Pengunjung lebih mudah parkir dan memungkinkan ada fasilitas tambahan lain, seperti toilet,” kata Raymon.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembahasan penataan ulang TPS akan dilakukan lebih lanjut, terutama karena lokasinya yang berdampingan dengan Pasar Oro-Oro Dowo.

“Terkait penempatan TPS nanti di sebelah mana, supaya nanti berbarengan dengan pasar sehingga bisa satu lokasi. Sampah yang dihasilkan pasar bisa jadi satu, mungkin supaya lebih mudah dan tidak menambah lokasi TPS,” sambungnya.

DLH juga bakal memperketat sistem pengangkutan sampah agar tidak menimbulkan penumpukan. Petugas akan disiagakan di lokasi agar proses pengambilan lebih cepat.

“Harapannya langsung masuk kontainer dan rekan-rekan DLH yang mengambil sampah sudah siap di lokasi sehingga setelah masuk kontainer langsung diambil,” imbuh Raymon.

Terkait usulan pembangunan gedung parkir bertingkat di sekitar kawasan CFD, DLH menyebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut, termasuk koordinasi dengan Dishub Kota Malang.

“Kondisinya sekarang, masyarakat kan butuh tempat hiburan sejuk yang bagus. Taman sudah dibuat, tapi kesulitan untuk lahan parkir. Makanya sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota, akan dibuat lokasi parkir yang sesuai dengan jalur yang dibuat oleh Dishub. Tentunya perlu komunikasi terlebih dahulu,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version