Hipertensi Masih Jadi Masalah Kesehatan Warga, Wali Kota Malang Soroti Gaya Hidup 

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.comHipertensi menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan di Kota Malang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut tingginya kasus tersebut dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat.

Menurut Wahyu, hipertensi juga banyak dialami oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Kondisi ini terungkap melalui pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

“ASN kan sudah, bahkan rutin ada cek kesehatan. Tentu ini sebagai evaluasi. Biasanya dokter memberikan dengan kunjungan konselor,” ujarnya.

Data BPJS Kesehatan mencatat, hipertensi menjadi satu dari tiga penyakit utama, bersama diabetes dan penyakit jantung. Wahyu menyebut tekanan darah tinggi tersebut dipicu berbagai faktor, mulai dari keturunan, pola makan, hingga tekanan pekerjaan.

“Itu akibat kebanyakan gaya hidupnya. Makanya, tidak usah mikir terlalu serius, itu malah bikin tegang. Kita agak guyon-guyon, itu malah bisa menurunkan (tekanan darah),” lanjutnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, Muhammad Zamroni, menambahkan bahwa hipertensi umumnya terjadi pada usia dewasa. Namun, tren belakangan menunjukkan penyakit ini mulai menyerang generasi muda.

“Untuk mengurangi risiko, pola hidupnya harus diperhatikan. Istirahat cukup, mengurangi konsumsi GGL (gula, garam, lemak). Anak muda sekarang jangan makan terlalu asin dan mengurangi lemak,” tegasnya.

Meski demikian, Zamroni memastikan penanganan hipertensi di Kota Malang sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, dengan capaian 100 persen.

“Begitu ditemukan hipertensi, langsung dilakukan penanganan. Artinya masyarakat Kota Malang setelah dideteksi, sudah dilayani dan diobati semua,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version