Sumenep, blok.a.com – Petani padi di Kabupaten Sumenep terpaksa harus mengelus dada. Pasalnya, harga beras saat ini turun drastis.
Seperti diungkapkan oleh Tohari, warga Lenteng. Dia mengaku sangat kesulitan untuk menjual beras. Sekalipun ada pembeli, itupun harganya jeblok.
“Ini sangat menyakitkan bagi masyarakat karena harus menelan kerugian. Murah banget sekarang, kalau seperti ini terus petani di Sumenep bisa bangkrut,” ungkap Tohari dengan rasa kesal.
Kekecewaan Tohari lantaran harga-harga kebutuhan pokok lainnya (sembako) semua pada mahal. Sementara nilai jual beras hasil produksi petani malah harganya murah. “Kalau cuma buat makan, sampai mabok nasi gak akan habis berasnya. Tapi ketika mau dijual buat beli kebutuhan sembako atau baju, seakan gak ada nilainya,” akunya kesal.

Harusnya, kata dia, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Ikut merasakan penderitaan masyarakat. Sehingga itu dapat memberikan solusi bagaimana mengatasi murahnya harga beras petani.
“Biaya operasional padi itu mahal mas. Masak 1 kwintal beras Rp 600 ribu. Kalau beli ikan Kakab, ya mungkin hanya dapat 10 ekor saja. Hancur dan remuk petani sekarang ini,” keluhnya.
Senada juga dikeluhkan Amiruddin, pedagang beras asal Lenteng. Dia mengaku saat ini tengah dihadapkan dengan persoalan yang rumit. Selain harga beras yang murah, pihaknya juga kebingungan untuk mencari pembelinya.
“Bukan hanya murah. Ini mau jual saja sudah kesulitan kok. Sementara stok dagangan sudah banyak,” paparnya.
Menurut Ruddin, biasa dipanggil, harga standar beras itu dikisaran Rp. 800 – 900 ribu per satu kwintal tiap musim panen padi. Namun ternyata beberapa bulan ini turun menjadi Rp 550-650 ribu per kwintal sesuai kualitas beras petani.
Dengan itu, Ruddin berharap agar pemerintah memberikan solusi terkait hal ini. “Setidaknya ada solusi. Biar pedagang dan petani ini tidak kelimpungan. Kasihan petani, biaya upah tenaga kerjanya mahal sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koprasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Chainur R, melalui Kabid Perdagangan Noer Lisa Anbiyah bahwa tidak bisa mengkondisikan harga dipasaran. Soal harga dipasaran tergantung pada stok barang. “Kami hanya menghimbau saja, soal harga itu tergantung stoknya dipasaran,” paparnya.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep, Arif Firmanto tidak bisa berkomentar dengan alasan masih rapat. “Besok saja ya mas, saya masih rapat di kantor,” ucapnya melalui pesan singkat Via WhatsApp. (Aldo)




