Harga Beras Meroket Daya Beli Turun, Bulog Jatim Galakkan Operasi Pasar

harga beras
Operasi Pasar di Pasar Pucang Anom Kota Surabaya. (Pemprov Jatim)

Surabaya, blok-a.com Harga beras di sejumlah wilayah di Jawa Timur meroket. Dua bulan terakhir harga beras kemasan 5 Kilogram (Kg) tembus harga Rp65-70 ribu. Artinya harga satuan per kilo sudah mencapai Rp12.500 ke atas. Padahal semua beras premium import disyaratkan dijual dengan harga medium.

Untuk harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Badan Urusan Logistik (Bulog) adalah Rp9.450 per Kg. Atau per 5 Kg seharga Rp47.250.

Pantauan di Pasar Pucang Anom, Kota Surabaya, saat ini harga beras medium yang dijual di Pasar Pucang Anom berkisar antara Rp12.000-12.500.

Kenaikan harga beras dinilai banyak petani di daerah mengalami gagal panen akibat bencana hidrometeorologi.

Sehingga stok pangan beras Nasional menipis. Untuk itu Pemerintah mengimport beras asal Thailand sebesar 10.000 ton.

Operasi Pasar

Usai memantau kondisi riil harga beras di pasar, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melakukan operasi pasar.

Dalam operasi pasar ini beras medium dijual murah dengan harga Rp9.200/Kg atau Rp46.000 per kemasan 5 Kg.

Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium yaitu Rp9.450.

Khofifah berharap operasi pasar ini akan kembali menguatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan stok beras di pasaran.

Rencananya Bulog, Pemprov, Perkumpulan Penggilingan Padi (Perpadu) Jatim, asosiasi distributor dan pedagang beras Jatim setiap hari akan operasi pasar sesuai HET.

Tahap awal, sedikitnya 8 ton beras digelontor dalam operasi pasar di Pasar Pucang Anom ini.

Hanya saja warga dibatasi per orang bisa membeli beras medium 5 kg maksimal 2 pack per orang.

“Kita berharap dengan operasi pasar maka harga beras di bulan Februari ini bisa terkendali. Serta stok beras bisa terdistribusi baik ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu warga, Rusmiati, warga Kalibokor Surabaya mengakui operasi pasar ini sangat membantunya.

“Saya beli lima kiloan biasanya Rp60 ribu, di operasi pasar dapat Rp46 ribu. Alhamdulillah. Maturnuwun. Bisa tiap hari digelar operasi pasar,” katanya.

Operasi pasar ini tidak hanya menyasar konsumen langsung, namun para pedagang pasar. Mereka di pasar ini dapat menjual beras medium ke konsumen seharga Rp46.000 untuk kemasan 5 Kg.

Hamid, toko Podo Joyo, di Pasar Pucang Anom, mengatakan, naiknya harga beras belakangan ini membuat pembeli menurun.

Dengan operasi pasar ia mengaku senang harga beras murah dan pembeli meningkat.

“Ini tadi saya ikut jual 50 pack beras kemasan 5 kg -an seharga Rp 46 ribu. Cepat sekali habisnya,” katanya.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Ermin Tora, mengatakan sampai saat ini Bulog memasok beras ke-100 pasar di wilayah Jatim sebanyak 20 ribu ton beras. Pasokan ini sampai memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk stok beras di BULOG saat ini masih cukup ya. Kita distribusikan beras ini ke pasar-pasar sampai kebutuhan masyarakat tercukupi,” katanya.

Terkait kenaikan harga beras ini, sebelumnya Gubernur Jatim melakukan rapat bersama Menteri Pertanian dan stakeholder, Bulog, Gapoktan Jatim, Perkumpulan Penggilingan Padi (Perpadi) Jatim, asosiasi distributor dan pedagang beras Jatim, dan Kepala Dinas Pertanian Jatim serta stakeholder terkait.(kim/lio)

Exit mobile version