Harapan Besar Titik di Bazar UMKM Kelurahan Polowijen, Bisa Bangkitkan Usaha Batiknya Lagi

Pengusaha Batik di Kelurahan Polowijen, Titik saat memamerkan produk batiknya di bazar UMKM Polowijen Kota Malang, Jumat (16/09/2022) (blok-A.com/Putu Ayu)

Kota Malang, blok-A.com – Setelah hampir tiga tahun vakum, acara tahunan pameran bazar Polowijen kembali digelar di Kampung Dolanan, Jumat (16/09/2022).

Bazar pameran tahun ini mengusung tema Polowijen Kreatif Ekonomi Bangkit, yang bertujuan untuk membangkitkan kembali sektor perekonomian masyarakat Polowijen yang sempat terpuruk pasca pandemi.

Pelaku UMKM Polowijen berkesempatan untuk hadir memeriahkan acara bazar dan pameran untuk kembali memasarkan prodaknya. Terlihat antusias UMKM Polowijen untuk sama sama bangkit dari keterpurukan. Berbagai jenis produk dijajankan mulai dari olahan makanan minuman, tanaman, hiasan kerajinan dan masih banyak lainnya.

Beberapa pelaku UMKM merasa senang kini bazar dan pameran dapat digelar kembali sebagai bentuk kebangkitan ekonomi di wilayah Polowijen. Salah satu kesenangan tersebut tergambar di wajah pengarajin batik Titik Nur. Ia mengaku senang telah dibuka kembali acara pameran bazar ini karena selama pandemi ia merasa omsetnya menurun drastis.

“Senang mbak acara ini kembali hadir setelah tiga tahun berhenti, ini sangat membantu UMKM seperti saya,” paparnya saat ditemui blok-A.com.

Wanita asal lumajang yang merantau ke kota Malang ini mengaku merintis usahanya sejak tahun 2017, ia pun menceritakan jatuh bangunnya saat mempertahankan usahanya pasca pandemi.

“Kalau yang makanan mungkin masih bisa jalan mbak, kalau yang seperti saya ini kan bukan kebutuhan primer ya jadi lumayan terkena imbasnya,” tambahnya.

Titik mengatakan omset yang didapat menurun drastis saat pandemi, bahkan dalam satu bulannya ia sering tidak merima orderan.

“Sering mbak dalam satu bulan gak ada yang beli sama sekali, ya untung saya sabar jadi usaha ini tetep berjalan,” ungkap Titik.

Berbekal kesabaran ia mempertahankan usahanya hingga saat ini, segala cara telah ia lakukan mulai dari berjualan offline hingga online. Namun tetap tidak berhasil. Titik berharap setelah pandemi berakhir usahanya dapat eksis kembali seperti dulu.

“Saya jual dirumah ada juga online mbak, kadang ada pesanan kalau ada bazar gini dateng pokoknya di coba aja semua, ya semoga bazar ini awalan dari perkembangan usaha saya kembali mbak,” tambahnya.

Alasan Ibu rumah tangga ini tetap bertahan ditengah tengah dagangannya yang sepi pembeli karena ia ingin membantu meringankan beban suaminya. Titik menceritakan ia memiliki empat anak yang masih sekolah hal tersebut yang membuatnya tetap bertahan hingga saat ini.

“Menjadi ibu rumah tangga gak enak mbak pengen punya penghasilan sendiri, jadi ini buat selingan aja itung itung bantu suami karena anak saya empat kasian suami kalau cuma dia aja yang kerja,” pungkasnya.

Terlihat antusias Titik sangat tinggi mengikuti pameran bazar yang digelar di Kampung Dolanan Polowijen tersebut, beberapa produknya di tata rapi seperti kain batik serta printilan lainnya. Ia memiliki berbagai macam jenis batik, mulai dari batik Cap, motif klasik hingga modern ditata rapi olehnya.

Harganya pun beragam mulai dari harga puluhan ribu hingga ratusan ribu sesuai dengan bahan serta tingkat kesulitan batiknya. (mg2/bob)

Exit mobile version