KOTA MALANG -Tukang gali kubur dan petugas pengelola sampah Kota Malang rawan terpapar Covid-19. Sebanyak 150.000 masker medis pun diberikan kepada mereka dan beberapa komunitas lainnya di Kota Malang oleh Gerakan Pemuda Ansor dan juga Aice Group.
Masker yang dibagikan Aice Group itu memiliki spesifikasi 3-ply sesuai rekomendasi dan tersertifikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Jadi ini bentuk perhatian kami GP Ansor dan Aice Group kepada garda terdepan pejuang Covid-19. Kami berikan ke tukang gali kubur dan pengelola sampah karena mereka yang berjibaku langsung melawan Covid-19. Dan masker 3-ply ini kami beri karena ada lapisan filter. Yang mampu menyaring droplet jadi keamanan dari Covid-19 bisa terjaga,” tutur Wakil Ketua Umum GP Ansor Pusat, Moh. Haerul Amri usai membagikan masker di kantor PCNU Kota Malang, Minggu (20/12).
Haerul berrharap nantinya petugas pengelola sampah dan tukang gali kubur bisa memanfaatkan pemberian masker ini dengan benar. Pasalnya, masker tersebut diharapkan akan menjadikan kota Malang tidak zona merah Covid-19 lagi.
“Kami harap nanti ya bermanfaat. Karena ini akan meminimalisir peparan Covid-19 di Kota Malang yang mana saat ini memazuki zona merah,” imbuhnya.
Terpisah, Brand Manager Aice Group, Sylvana mengatakan bahwa pembagian masker medis ini tidak hanya untuk Kota Malang. Namun masker juga untuk 20 kota/kabupaten di Indonesia dengan nilai Rp 20 juta.
“Yang mana Rp 15 juta kami bagikan melalui penjual dan outlet Aice di 20 kota/kabupaten. Dan Rp 5 juta kami bekerjasama dengan GP Ansor untuk membagikannya ke daerah dan Kota Malang ini salah satunya karena sudah memasuki zona merah,” tutupnya.
Dalam pembagian masker medis tersebut, turut dihadiri, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, dan juga Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah.




