Gereja Gembala Baik Kota Batu Batasi Jemaat untuk Warga Lokal Saja

Gereja Gembala Baik Kota Batu
Gereja Gembala Baik Kota Batu - Foto: Pungky Ansiska

KOTA BATU – Gereja Gembala Baik Kota Batu tahun ini harus membatasi jemaat yang beribadatan saat perayaan Natal hingga mencapai 25 persen. Tak hanya itu pihak gereja pun hanya membatasi untuk jemaat wilayah Kotta Batu saja.

Romo Bernard Teguh Gusdarmanto mengatakan dalam situasi normal, para jemaat bisa mencapai 2000 orang lebih. Namun untuk natal kali ini, jumlahnya dibatasi maksimal 500 orang jamaah saja.

“Artinya hanya 25 persen saja dari jumlah biasanya. Hal itu juga berlaku pada ibadah di hari Minggu. Dan untuk misa nanti yang datang hanya dibatasi jemaat dari Kota Batu saja. Kami tidak bisa menerima jemaat dari luar,” jelasnya kepada Blok-A, Kamis (24/12).

Selain itu pihaknya juga telah menyediakan layanan streaming bagi jemaat yang tidak dapat hadir langsung ke gereja karena keterbatasan tempat disituasi pandemi Covid-19. Nantinya pihak gereja juga akan menggelar tiga kali peribadatan yang dimulai sejak sore nanti (24/12) hingga besok pagi (25/12).

“Ya nanti sore ada pelaksanaan ibadah pukul 18.00 WIB. Nanti juga langsung kami siarkan secara streaming. Kemudian untuk ibadah lagi besok pagi dan siang,” imbuhnya.

Selama pelaksanaan ibadah pun, pihak gereja melakukan penerapan protokol dengan ketat. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan hingga bilik desinfektan. Serta memastikan semua jemaat yang masuk gereja telah menggunakan masker dan dalam kondisi fit.

Bahkan untuk mengantisipasi membludaknya umat, kami juga mengatur sistem setiap lingkungan atau kelompok di Gereja Gembala Baik.

“Jadi satu lingkungan dijatah hanya 50 KK saja. Kuota masing-masing untuk bagian penerimaan tamu bisa kenal masing-masing umat,” pungkasnya.

Exit mobile version