Gedung Sekolah Pelosok Kota Batu yang Hampir Roboh Bakal Direnovasi Awal 2023

Seorang warga menunjukkan kondisi SDN dan SMP Satu Atap Gunungsari Kota Batu yang hampir roboh, Kamis (8/12/2022). Gedung sekolah ini bakal direnovasi awal tahun 2023 mendatang. (Doi/blok-a.com)
Seorang warga menunjukkan kondisi SDN dan SMP Satu Atap Gunungsari Kota Batu yang hampir roboh, Kamis (8/12/2022). Gedung sekolah ini bakal direnovasi awal tahun 2023 mendatang. (Doi/blok-a.com)

Kota Batu, blok-a.com – Pergerakan tanah yang mengakibatkan rusaknya bangunan SD Gunungsari 4 dan SMP Satu Atap, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu akan direnovasi tahun 2023.

Diberitakan blok-a.com sebelumnya, beberapa bangunan kelas dan ruang guru di sekolah yang berada di pelosok Kota Batu itu mengalami keretakan parah pada dinding, juga toilet siswa yang nyaris ambruk.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih mengatakan anggaran sudah terinci setelah dilakukan kajian oleh Dinas Pendidikan Kota Batu, muncul angka nominal Rp500 juta untuk renovasi.

“Setelah dilakukan pengkajian itu ternyata kerusakan pada ruangan dan toilet harus dibangun ulang. Kemudian perlu untuk menstabilkan tanah,” kata dia, Jumat (16/12).

Sebab, anggaran yang diperlukan tidak sedikit, maka Eny menegaskan jika Dinas Pendidikan bakal mengusulkan anggaran di tahun 2023.

Ia menjelaskan, teknis perbaikan yang dilakukan di ruang guru dan kepala sekolah akan dirobohkan, kemudian dibangun kembali.

“Perbaikan kecil tidak memungkinkan, karena kerusakan dua ruangan itu termasuk berat,” sambung Eny.

Mantan Kadis Perizinan Kota Batu itu memaparkan, saat ini dua ruangan yang tanahnya bergerak terpaksa dikosongi. Yakni ruang guru dan ruang kepala sekolah.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu mengatakan area sekolah tersebut masih memiliki bangunan yang relatif aman untuk difungsikan sebagai lokasi relokasi.

“Karena masih belum dipastikan kapan akan dibangun kembali, bangunan di area sisi utara masih aman untuk difungsikan. Tanah yang labil banyak terjadi di satu sisi saja di bagian selatan,” paparnya.

Kendati demikian, Agung bersama tim akan mengkaji kembali, karena intensitas hujan yang tinggi masih berpotensi membuat tanah di sana jenuh.

“Potensi pergerakan tanah di Dusun Brau mendatang, kami prediksi masih besar. Sedang terjadinya pergerakan tanah yang terjadi di Dusun Brau ini belakangan diketahui karena kondisi tanah yang jenuh.

“Ditengarai memang terdapat sumber mata air yang berada di lereng Bukit Banyak tempat wisata paralayang. Melimpahnya air yang meresap ke tanah membuat kondisi tanah jadi jenuh,” ungkap dia.

Dengan kondisi itu, Agung mengatakan sangat rentan terjadi pergerakan tanah. Namun, sebagai alternatif, pihak BPBD akan melakukan kajian dan membuat sumur pelega.

“Kami carikan alternatifnya, mungkin dengan membuat sumur pelega yang akan kami bangun pada beberapa titik untuk mengurangi kejenuhan tanah,” pungkasnya. (doi/lio)

Exit mobile version