Gayageum, Instrumen Tradisional Korea Selatan dari Abad ke-6 Koleksi Museum Musik Dunia

Gayageum
Pemain Gayageum Korea. Foto: Britannica

KOTA BATU – Jika ingin melihat salah satu instrumen alat musik tradisional dari Korea Selatan, Anda bisa mencari alat musik bernama Gayageum yang menjadi koleksi Museum Musik Dunia di Jatim Park 3.

Di Korea Selatan, terdapat alat musik tradisional dengan mencapai jumlah lebih dari 60 jenis. Alat-alat musik ini sebagian besar masih dimainkan dan telah diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini. Alat musik yang paling banyak dimainkan antara lain gayageum, kayageum, daegeum, haegeum dan geomungo.

Gayageum yang merupakan sebuah instrumen kecapi yang memiliki 12 senar. Kecapi ini diciptakan pada abad ke-6 di Kerajaan Gaya.

Jenisnya terdiri dari 2 menurut musik yang dihasilkannya, yakni sanjo dan jeongak. Sanjo gayageum digunakan untuk pementasan musik solo dan jeongak gayageum untuk pementasan musik orkestra.

Berdasarkan babad Samguk sagi (1145), alat musik Gayafeum ini diciptakan oleh Raja ke-6 dari Kerajaan Gaya, yakni Raja Gasil. Gayageum kemudian disebarkan ke kerajaan Silla dan menjadi salah satu alat musik tradisional identitas Korea Selatan.

Gayageum telah mengalami banyak modifikasi sejak dahulu. Gayageum modern adalah hasil modifikasi dari akhir zaman Dinasti Joseon pada abad ke-19. Sering kali, Gayageum hasil modifikasi modern ini dinamakan sanjo gayageum.

Gayageum yang dimoderenkan mempunyai jumlah senar yang lebih banyak yakni 13, 17, 18, 21, 22, atau 25 buah senar yang terbuat dari nilon. Di Korea Utara, Gayageum bersenar 21 lebih populer dan banyak dimainkan.

Anda dapat menemukan alat musik Gayageum ini di exhibit Korea di Museum Musik Dunia. Selain Gayageum, pengunjung juga bisa melihat alat musik Kayageum yang hampir identik dengan alat musik ini.

Selain alat musik tradisional dan pakaian tradisional Korea Selatan, Museum Musik Dunia juga punya spot K-Pop lho di lantai 2. Anda bisa berfoto dengan patung lilin dari musisi-musisi K-Pop yang terkenal dan sedang naik daun.

Setelah itu, pengunjung juga bisa melihat alat-alat musik tradisional dari negara lain, seperti dari China, Indonesia, India, hingga negara-negara di Amerika dan jajaran Eropa lainnya.

Exit mobile version