Gaungkan Porprov Jatim, KONI Kota Malang Ajak Kafe & Warung Gelar Nobar

Ketua Umum KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggaungkan ajang Porprov IX Jawa Timur yang digelar di Malang Raya (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Ketua Umum KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggaungkan ajang Porprov IX Jawa Timur yang digelar di Malang Raya (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Menjelang puncak perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) 2025, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang mengajak para pelaku usaha warung dan kafe untuk turut ambil bagian dalam menyemarakkan gelaran akbar tersebut. Salah satunya dengan menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Porprov di berbagai titik di Kota Malang.

Ketua KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko, menyampaikan bahwa semangat Porprov perlu digaungkan tidak hanya oleh atlet dan official, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku UMKM kuliner. Ia berharap nobar pertandingan bisa menjadi sarana menyalakan semangat olahraga di masyarakat sekaligus mendukung para atlet yang berlaga.

“Kota Malang mau jadi tuan rumah, maka gairah Porprov ini harus dibangun. Mungkin bisa ada nobar menyiarkan pertandingan di kafe-kafe atau warung. Mudah-mudahan ada seperti itu nanti,” ujar Djoni.

Djoni menegaskan, Kota Malang sebagai salah satu tuan rumah Porprov bersama Kabupaten Malang dan Kota Batu memiliki tanggung jawab besar untuk menyukseskan ajang olahraga terbesar se-Jatim tersebut. Tak hanya sukses penyelenggaraan, namun juga sukses prestasi.

Ia juga menyinggung soal target realistis yang ingin dicapai oleh kontingen Kota Malang, yakni meraih posisi runner-up. Meski begitu, Djoni tidak menutup peluang untuk bisa melampaui dominasi Surabaya dan menjadi juara umum.

“Saya sudah memotivasi teman-teman cabor. Ini peluang, kita tuan rumah. Belum tentu 20 tahun lagi kita bisa jadi tuan rumah lagi. Malang pernah jadi tuan rumah dan dulu cuma selisih 1 medali emas dari juara umum Surabaya,” jelasnya.

Djoni mengakui, secara kekuatan, Surabaya masih menjadi lawan terberat karena selalu mendominasi sejak awal Porprov digelar. Namun dengan semangat dan dukungan penuh masyarakat, ia yakin Kota Malang bisa mencetak sejarah baru.

“Dengan semangat yang ada mudah-mudahan bisa. Semoga mampu mempersembahkan juara umum untuk Kota Malang. Kalau target, kami realistis. Tetapi mimpi boleh dong, menjadi juara umum,” tuturnya.

Aroma optimisme ini juga muncul dari hasil pertandingan beberapa cabang olahraga yang sudah digelar lebih awal. Salah satunya adalah Hapkido, yang sukses melampaui target. Dari target awal tiga emas, atlet Hapkido Kota Malang berhasil memborong delapan emas, dua perak, dan satu perunggu.

“Mudah-mudahan ini bisa mendorong kita menjadi juara umum. Ini sejarah kalau kita bisa menjadi juara umum dan membawa harum nama Kota Malang,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version