Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang bakal menjadi lokasi syuting salah satu film horor layar lebar terbaru berjudul Pocong Hitam. Film garapan sutradara Tarmizi Abka ini tengah melakukan persiapan, salah satunya yakni dengan menggelar proses casting yang digelar di Gedung Malang Creative Center (MCC), Minggu (19/1/2025).
Yopi Candra, produser pelaksana film Pocong Hitam mengungkapkan bahwa pemilihan Kota Malang sebagai lokasi syuting film ini bukan tanpa alasan. Selain untuk memenuhi pemeran tambahan, project film ini memang dirancang untuk melibatkan potensi lokal.
“Kebetulan kita memang mempunyai project film layar lebar yang berjudul Pocong Hitam. Kita juga bekerjasama dengan investor di Kota Malang,” kata Yopi.
Film Pocong Hitam ini rencananya akan dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris papan atas Indonesia yang sudah populer di kancah perindustrian film horor. Nama-nama seperti Inggrid Wijanarko, Wulan Guritno hingga Sarah Fajira digadang-gadang akan membintangi film ini.
“Ini baru kandidat, belum fix juga karena menunggu budget juga,” terangnya.
Yopi mengungkapkan alasannya memilih Kota Malang sebagai lokasi syuting filmnya. Ia menegaskan ingin menggali dan memaksimalkan potensi seni peran di Bhumi Arema.
Proses casting ini menarik perhatian besar hingga diikuti ratusan peserta dari beberapa kalangan.
“Dari jumlah itu, rencananya akan dipilih sekitar 30 untuk pemeran-pemerannya. Proses casting satu hari saja, kalau nggak selesai hari ini ya dilanjut besok,” terangnya.
Yopi pun sedikit membocorkan alur film dari Pocong Hitam. Diterangkannya, film ini menceritakan seorang perempuan bernama Mira yang berprofesi sebagai penyiar radio dan mahasiswi dengan kecantikan yang memikat.
Kecantikan inilah yang membuat awal tragedi kelam dalam hidupnya. Tiga pria dari kampusnya memperkosa, membunuh dan membakar Mira. Dari tragedi itulah muncul sosok Pocong Hitam yang ingin membalaskan dendamnya.
“Nah, tiga orang anak kampus ini memperkosa Mira lalu membunuh dengan cara dibakar. Disitulah muncul Pocong Hitam untuk membalas dendam kepada para pelaku,” beber Yopi.
Sementara itu, salah satu peserta casting bernama Dina Febriani menyampaikan proses casting yang digelar di Kota Malang merupakan kesempatan besar untuk bisa menjadi seorang aktris layar lebar. Ia yakin akan lolos proses ini berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.
“Saya yakin lolos, untuk peran bebas, mau jadi hantu boleh, mau jadi pocong juga boleh, mau jadi nenek sihir boleh. Pokoknya terkenal dulu,” jelasnya. (yog)









