KOTA BATU – Memelihara sapi menjadi profesi yang menjanjikan bagi segelintir orang. Di taman wisata Eco Green Park, Anda bisa melihat beragam jenis hewan yang punya dampak langsung untuk alam dan manusia, termasuk sapi perah.
Tahukah Anda, bahwa pada awalnya, manusia tidak dapat membedakan sapi penghasil susu dengan sapi potong. Seekor sapi dapat digunakan untuk menghasilkan susu (sapi betina) maupun daging (umumnya sapi jantan).
Namun, ketika seleksi buatan mulai diterapkan, jenis sapi tertentu dikembangkan sebagai sapi perah untuk menghasilkan susu dalam jumlah yang lebih besar.
Sapi perah dapat digembalakan oleh petani maupun dipelihara di dalam kandang secara komersial dalam usaha peternakan susu.
Sapi Perah Kuat Makan 45 Kilogram Sehari
Sapi yang diperah akan makan sekitar 100 pon atau lebih dari 45 kg pakan setiap hari. Pakan biasanya merupakan kombinasi dari rumput, biji-bijian, dan campuran bahan lain seperti bubur jeruk, kulit almond, dan biji kapas.
Dapat Minum Sekitar 30 sampai 50 Galon Air Setiap Hari
Selama musim panas, asupan air yang dibutuhkan sapi perah bisa berlipat ganda. Air memiliki berat 8,35 pon per galon, jadi sapi perah dapat mengonsumsi sebanyak 420 (atau lebih) pon air setiap hari.
Tahan Dingin
Karena kulitnya yang tebal, rambut dan isolasi alami, sapi perah dapat bertahan di suhu yang sangat dingin, antara 40˚F atau sekitar 4˚C. Dingin sekali bukan?
Susunya Awet dengan Garam
Susu akan segar lebih lama jika menambahkan sedikit garam pada setiap liternya. Tentunya, kadar garam yang ditambahkan hanya sepersekian persen dari total kandungan susu. Tujuannya adalah selain membuat awet, juga dapat memperkuat cita rasa susunya.



