Blok-a.com – Hubungan antara Israel dan Iran menjadi semakin panas. Pasca eskalasi konflik yang ditandai dengan peluncuran serangan udara besar-besaran ke Israel, pada Sabtu (13/04/2024) lalu.
Serangan ini dipandang sebagai balasan terhadap gempuran atas konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang diduga merupakan ulah dari militer Israel.
Dalam serangan Sabtu kemarin, sebanyak 170 pesawat tanpa awak atau drone dan 120 misil diluncurkan ke wilayah Israel.
Namun, seorang juru bicara pasukan Israel menyatakan bahwa dari total misil tersebut, sekitar 99% berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel.
Meski demikian, beberapa misil berhasil mencapai wilayah Israel, menghasilkan dampak yang masih tergolong ringan.
Sejumlah pihak menganggap serangan tersebut sebagai percobaan yang gagal. Namun besarnya serangan yang dilancarkan Iran tidak bisa diabaikan begitu saja.
Sebagian orang bahkan mulai berspekulasi tentang kemungkinan adanya perang dunia ketiga sebagai dampak dari eskalasi konflik ini.
Beredar Isu Pecah Perang Dunia III
Isu-isu terkait perang dunia ketiga ini banyak bermunculan di internet, terutama di X atau yang dulunya merupakan Twitter. Mereka berspekulasi jika drone dan rudal yang ditembakkan oleh Iran kemarin adalah awal dimulainya perang dunia ketiga.
Isu ini diperkuat dengan pendapat Justin Crump, seorang pakar militer ternama. Ia menyampaikan jika peluang terjadinya perang dunia ke-3 mulai terbuka.
“Saya rasa hal ini tidak bisa dihindari, namun menurut saya risikonya makin besar,” ujarnya kepada Mail Online yang juga dilaporkan Express, Selasa (23/1/2024).
Kishino Bawono, dosen Hubungan Internasional khusus kajian Timur Tengah di Universitas Katolik Parahyangan, mengakui eskalasi konflik ini berbeda dengan sebelumnya.
Hal ini karena meskipun Israel telah menyerang sekutu Iran sebelumnya, ini adalah pertama kalinya Iran terdorong untuk melakukan serangan balik.
“Namun, kalau untuk memicu perang dunia ketiga, kita masih harus tunggu beberapa waktu. Jikalau harus ada perang-semoga tidak ada, saya pikir eskalasi Israel-Iran akan menjadi latar belakang, bukan jadi pemicu dari perang,” ujar Kishino.
Sementara itu, para pengamat telah memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak berpartisipasi aktif dalam eskalasi ini, sehingga memberikan kesan bahwa Iran sendiri belum siap untuk memulai perang.
“Di sisi lain, AS sebagai pendukung terbesar Israel, juga telah menyatakan tidak akan terlibat aktif dalam serangan atau perang ofensif Israel dengan Iran,” ujar Kishino.
Kishino menekankan bahwa perang selalu memakan biaya ekonomi, sosial, dan politik yang sangat besar, dan tidak ada seorangpun yang mau berperang bahkan bagi negara-negara besar kecuali ada alasan yang jelas sadar.
Namun, Kishino mengakui bahwa ketegangan global akan terus meningkat kecuali ada penurunan eskalasi pasca serangan drone dan rudal Iran.
Israel dan Iran Saling Serang
Iran membantah klaim Israel dan mengatakan jika serangan udara tersebut merupakan tanggapan terhadap agresi Israel di wilayah Suriah.
Selain itu mereka juga menegaskan bahwa mereka akan terus bertindak sebagai bentuk pembelaan terhadap kepentingan nasional mereka.
“Aksi serangan ini merupakan bentuk pelaksanaan hak yang melekat pada Iran untuk membela diri sebagaimana diuraikan dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” dikutip Senin (15/4/2024).
Serangan tersebut juga merupakan tanggapan terhadap agresi militer Israel yang berulang sebelumnya. Khususnya serangan bersenjata di tanggal 1 April 2024 terhadap lokasi diplomatik Iran yang bertentangan dengan Pasal 2 (4) dalam Piagam PBB.
Di sisi lain, Israel juga menyinggung Dewan Keamanan PBB yang dinilai telah gagal dalam menjalankan tugasnya menjaga perdamaian dan keamanan Internasional.
Sebab perlakuan israel yang menyinggung dewan keamanan PBB itu, mengakibatkan rezim Israel melanggar garis merah dan melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Pelanggaran-pelanggaran yang sebelumnya telah dilakukan Israel, yang mana salah satunya terkait serangan militer ke Gaza. Ini memperburuk ketegangan di kawasan dan mengancam perdamaian dan keamanan regional dan Internasional.
Sekali lagi, Iran menegaskan kembali konsistensinya untuk tidak berupaya melakukan eskalasi konflik di kawasan. Sekaligus memperingatkan tentang provokasi militer lebih lanjut yang dilakukan Israel.
“Republik Islam Iran menegaskan kembali tekadnya yang tak tergoyahkan untuk membela rakyatnya, keamanan dan kepentingan nasionalnya, kedaulatan, dan integritas wilayahnya dari ancaman atau tindakan agresi apa pun dan untuk menanggapi ancaman tersebut atau agresi dengan penuh semangat dan sesuai dengan hukum Internasional,” tuturnya.
Pada jumat (19/4/2024) sebuah ledakan terdengar di kota Ghahjaworstan di Iran, barat laut kota Isfahan. Ledakan terdengar di dekat pusat kota.
Mengutip ABC News sebuah rudal Israel telah mendarat di sebuah lokasi di Iran. Akibat ledakan tersebut, seluruh penerbangan ke kota-kota besar di Iran ditutup sementara.
“Semua penerbangan menuju kota Teheran, Isfahan, dan Shiraz, bandara di Barat, Barat Laut, dan Barat Daya telah ditangguhkan,” demikian pengumuman Direktur Humas salah satu perusahaan bandara Iran.
Penangguhan ini berlaku segera, namun penerbangan belum dibatalkan. Ledakan terjadi di tengah kekhawatiran akan serangan balasan Israel terhadap Iran.
Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru-baru ini menekankan bahwa mereka akan melakukan serangan balasan meskipun ada peringatan dari Barat.
Media pemerintah Iran mengatakan serangkaian ledakan terdengar di dekat pusat kota Isfahan, tempat fasilitas nuklir negara itu berada, mengklaim tidak ada kerusakan besar.
Media lokal Iran juga mengonfirmasi bahwa tidak ada serangan besar atau serangan udara di negara tersebut. Pemerintah Iran meremehkan insiden tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk membalas Israel.
Teheran, khususnya, mengatakan insiden tersebut sebagai serangan yang dilakukan oleh “penjajah” dan bukan oleh Israel, dan oleh karena itu tidak diperlukan tindakan pembalasan.
Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa belum ada rencana untuk menanggapi insiden tersebut. Para pejabat Iran mengatakan, belum jelas siapa dalang di balik insiden tersebut.
Dalam situasi yang kian memanas, banyak pihak menyerukan dialog dan diplomasi sebagai solusi terbaik untuk menghindari konflik yang lebih besar.
Sementara, dunia Internasional kini tengah menahan napas. Waspada terhadap setiap perkembangan selanjutnya di Timur Tengah yang dapat memengaruhi stabilitas global dan berpeluang menjadikan pecahnya perang dunia ketiga.(mg5)
Penulis : Aulia Putri Indrianti (Mahasiswi magang Universitas Trunojoyo Madura)




