Dua Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Teridentifikasi

Kapolresta Banyuwangi bersama Tim Gabungan saat merilis hasil Identifikasi 2 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Rabu (9/7/2025).(blok-a.com/Kuryanto)
Kapolresta Banyuwangi bersama Tim Gabungan saat merilis hasil Identifikasi 2 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Rabu (9/7/2025).(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Tim gabungan dari DVI Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Jatim, Ditreskrimum Polda Jatim, Polresta Banyuwangi, dan RSUD Blambangan merilis hasil identifikasi dua jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, yang ditemukan pada Selasa (8/7/2025).

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, memastikan bahwa dua jenazah yang ditemukan di perairan Selat Tanjung Anjir, Sembulungan, merupakan penumpang kapal nahas tersebut. Kedua jenazah terdaftar dengan nomor kantong 009 dan 010.

“Dua jenazah yang ditemukan pada dini hari kemarin telah berhasil teridentifikasi sebagai penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Ini merupakan hasil kerja keras tim DVI yang terus bekerja tanpa kenal lelah,” ujar Kapolresta, Rabu (9/7/2025).

Kasubdit Dokpol Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro, menjelaskan bahwa jenazah pertama yang teridentifikasi dengan nomor kantong 009 adalah Muhammad Aris Setiawan, laki-laki berusia 23 tahun, warga Lingkungan Babatan RT 4, Blitar, Jawa Timur.

“Jenazah tersebut dapat diidentifikasi melalui sidik jari medis serta properti pribadi yang ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, jenazah kedua dengan nomor kantong 010 diketahui bernama Ridho Anggoro, laki-laki berusia 29 tahun, warga Dusun Godean RT 02 RW 01, Desa/Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

“Identifikasi dilakukan melalui pencocokan gigi, rekam medis, dan barang kepemilikan korban,” lanjut Adam.

Dengan teridentifikasinya dua jenazah tersebut, jumlah korban KMP Tunu Pratama Jaya yang telah berhasil diidentifikasi menjadi 10 orang.

Sebelumnya, proses pencarian korban terus diintensifkan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Satpolairud, dan relawan. Pada Selasa (8/7/2025), dua jenazah ditemukan di lokasi yang berbeda di sekitar Selat Tanjung Anjir.

Jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 01.24 WIB oleh nelayan kapal gardan “Panila” yang dinakhodai H. Rosi. Jenazah tersebut dievakuasi ke atas kapal nelayan lalu dipindahkan ke speed boat untuk dibawa ke daratan. Sekitar pukul 03.30 WIB, jenazah tiba di Pelabuhan Perikanan Muncar dan langsung ditangani oleh tim gabungan dan relawan.

Jenazah kedua ditemukan di area yang sama sekitar pukul 05.30 WIB. Tim gabungan dari Satpolairud dan Basarnas langsung mengerahkan kapal untuk melakukan penyisiran dan penjemputan.

Proses evakuasi berlangsung cepat dan terkoordinasi. Jenazah berhasil dibawa ke posko evakuasi gabungan di Pantai Boom sekitar pukul 06.40 WIB, dan disambut langsung oleh Kapolresta di lokasi.

Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan menggunakan ambulans untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.(kur/lio)

Exit mobile version