Kota Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menetapkan tarif parkir dalam rangka kegiatan Haul akbar Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hadits Alfaqihiyyah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang bakal diselenggarakan pada 28 – 29 Desember 2024 mendatang. Hal itu sebagai langkah terbaik untuk mencegah adanya pungutan liar diluar batas umum tarif parkir.
Tidak hanya itu, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan parah Dishub Kota Malang juga akan menata lokasi parkir. Terlebih, kegiatan ini bebarengan dengan momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, diprediksi sekitar 200 ribu orang akan menghadiri pada kegiatan ini. Tentunya, kendaraan yang datang bisa berbagai macam mulai sepeda motor, mobil, mini bus hingga bus.
“Kami sudah koordinasi dengan panitia untuk penataan dan prosedurnya. Karena ini juga bertepatan dengan momentum tahun baru, jangan sampai merugikan masyarakat lain,” ujar Widjaja, Kamis (26/12/2024).
Diketahui, kegiatan Haul ini akan menutup sekitar tiga ruas jalan. Diantaranya, Jalan Aris Munandar, Jalan MGR. Sugiyo Pranoto dan Jalan Zainal Arifin.
Kemudian, adapun 25 titik parkir yang disiapkan bagi ribuan jamaah yang hadir dalam kegiatan Haul tersebut. Diantaranya, di Jalan Tumapel, Jalan Gajah Mada, Jalan Sultan Agung, Jalan Pajajaran, Jalan Husni Tamrin, Tarekot, SMAN 4 Kota Malang, Parkir Bus Macito, Jalan Doktor Sutomo, Ruko Pattimura, Lapangan Rampal, Lapangan Shampo, Jalan Nusa Kambangan, Jalan Hasyim Asy’ari, Jalan Kauman, Jalan Sultan Syahrir, Jalan Ade Irma Suryani, Jalan Pasar Besar, Jalan Sersan Harun, Jalan Kopral Usman, Jalan Kiai Tamin, Jalan Kapten Piere, Jalan Yulius Usman, Jalan Halmahera dan Jalan Lambau.
Widjaja menegaskan besaran tarif parkir sudah ditentukan untuk memberi kenyamanan bagi para jamaah yang akan menghadiri kegiatan ini.
Untuk Sepeda Motor dikenakan tarif Rp3.000, kemudian Mobil dikenakan tarif Rp5.000, Mini Bus sebesar Rp10.000 dan Bus sebesar Rp20.000.
“Patokan tarif parkir sudah kita tentukan, karena ini kegiatan isidentil, bukan setiap hari,” bebernya.
“Kita juga akan bantu optimalkan parkir di gedung baru eks Bank Mandiri Syariah dan eks Kantor Lab DLH,” imbuh Widjaja.
Pria murah senyum ini juga akan mempersiapkan personelnya di sejumlah titik untuk memantau arus lalu lintas. Kemudian, untuk mencegah terjadinya parkir liar, pihaknya juga akan menerjunkan personelnya untuk mengawasi di titik tersebut.
“Petugas kita tempatkan bersama panitia juga. Kita minta bantu sosialisasi juga ke jukir,” katanya.
Widjaja berharap masyarakat turut aktif untuk menjaga nama baik Kota Malang terkait dengan tarif parkir maupun parkir liar saat Haul kegiatan tersebut. Masyarakat bisa melaporkan melalui Direct Message (DM) Instagram @dishubmalangkota.
“Kalau ada hal yang tak diinginkan, bisa lapor ke kami. Bisa di foto atau di videokan, bisa kirim ke DM instagram kami,” ucapnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang ada di Kota Malang dan diprediksi akan mendatangkan sekitar 200 ribu orang.
Dimana, kegiatan akan dimulai dengan ziarah ke makam Imamain pada tanggal 28 Desember 2024 pukul 15.00 WIB di Pemakaman Umum Kasih Kota Malang.
Di tanggal 29 Desember 2024, akan dimulai dengan sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini juga turut mengundang Forkopimda se-Malang Raya, termasuk Pj Gubernur Jatim dan Kapolda Jatim.
Ceramah akan dilakukan oleh Syekh Afifuddin Al-Jailani dari Malaysia, Ketua MUI DKI Jakarta Dr. KH Faiz Syukron Makmun, Menteri Sosial RI (KH Saifullah Yusuf dan Pangkostrad Letnan Jendral TNI Mohammad Hasan. (yog/bob)



