Magetan, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus berupaya meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang dilaksanakan melalui Gerakan Tanam Serentak (Gertam). Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertanian yang lebih modern sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan, Uswatul Chasanah, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan metode budidaya padi yang mengombinasikan mekanisasi pertanian, penggunaan varietas unggul sesuai kondisi wilayah, pola tanam yang lebih efektif, serta pendampingan intensif kepada petani.
“PM-AAS memadukan penggunaan alat dan mesin pertanian modern, varietas unggul yang sesuai dengan kondisi wilayah, pola tanam yang lebih efektif, serta pendampingan intensif kepada petani. Melalui pendekatan ini kami berharap produktivitas padi meningkat sekaligus mampu mendukung kesejahteraan petani di Kabupaten Magetan,” ujar Uswatul, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, penerapan PM-AAS diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serentak yang tidak hanya menjadi sekadar seremonial, tetapi juga sebagai upaya menyeragamkan waktu tanam, mempermudah pengaturan irigasi, serta mengurangi risiko serangan organisme pengganggu tanaman.
Sebagai langkah awal, Dinas TPHP Magetan bersama Koordinator Tim Kerja Penyuluhan dan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menggelar Gertam di lahan Gapoktan Krowe, Kecamatan Lembeyan, dengan luas demplot sekitar 0,1 hektare. Pada kegiatan tersebut, petani mendapatkan pendampingan langsung dari penyuluh pertanian bersama tim pusat riset Kementerian Pertanian dalam menerapkan teknologi PM-AAS.
Melalui metode tersebut, produktivitas padi ditargetkan mampu mencapai sedikitnya 10 ton gabah per hektare. Ke depan, pelaksanaan Gertam akan diperluas ke kelompok tani di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Magetan dengan pendampingan berkelanjutan dari penyuluh pertanian.
“Gerakan Tanam Serentak PM-AAS ini kami harapkan menjadi percontohan bagi kelompok tani di berbagai kecamatan di Kabupaten Magetan. Dinas bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan akan terus melakukan pendampingan agar penerapan teknologi ini berjalan optimal dan memberikan hasil nyata bagi petani,” pungkasnya. (nan)




