Kota Malang, blok-a.com – Desas-desus muncul di warga sekitar kos yang menjadi tempat mutilasi di Sawojajar Malang.
Desas-desus itu berkaitan dengan hubungan pelaku mutilasi Abdurahman dan korban berinisial AP warga Surabaya sekaligus pemilik kafe di Kota Batu.
Pelaku dan korban mutilasi di Sawojajar Kota Malang itu memiliki hubungan khusus.
Hal itu disampaikan salah satu warga sekitar Subkhan.
Subkhan menjelaskan, korban beberapa kali terlihat ke kos tersebut untuk pijat.
Memang di kos tersebut pelaku Abdurahman membuka praktik terapi pijat.
“Saya sering lihat korban beberapa kali pijat ke tersangka dan juga sempat mendengar isu perilaku seks menyimpang di balik kasus pembunuhan itu. Tapi semuanya baru sebatas dugaan saja lo mas,” ujarnya.
Subkhan juga menambahkan, dugaannya korban merupkan pasien pijat tersangka.
Pelaku sendiri membuka praktik terapis pijat secara online. Jadi pelanggan memesan jasa terapi pijatnya secara online.
“Korban merupakan pasien terapis pijet tersangka. Dan tersangka ini membuka praktik terapis pijat ini secara online,” kata Subkhan yang rumahnya tak jauh dari rumah kos yang disewa.
Terpisah pemilik kos yang disewa pelaku, Irianto menjelaskan, pasien Abdurahman sendiri biasanya anak-anak inklusi dan juga orang yang sedang sakit stroke.
“Jadi memang anu, pijat untuk segala penyakit,” kata dia.
Kata Irianto, pelaku memang mempunyai banyak pasien. Selama lima tahun tinggal di kos tersebut, dari hasil terapi pijat, Abdurahman bisa menghidupi istrinya dan membayar kos.
Sementara itu dia di kos tersebut menyewa dua kamar. Satu kamar untuk dia dan istrinya untuk tinggal. Sementara satunya untuk praktik terapis pijatnya.
“Sama istrinya, enggak punya anak. Dua kamar, satu kamar untuk keluarga, satu kamar untuk pijat,” tutupnya.
Sebagai informasi, polisi telah mengamankan Abdurahman. Saat diperiksa Abdurahman telah mengakui perbuatannya.
Namun, kekinian polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut. Sebab, jasad korban diketahui masih belum dipastikan keberadaanya.
Sementara ini ada temuan yang diduga kuat adalah potongan jasad dari korban AP.
Potongan jasad berupa tengkorak, telapak kaki dan tangan itu ditemukan terkubur di pinggiran sungai. Sementara potongan jasad lainnya diduga dibuang ke sungai.
Abdurahman dikabarkan di berita sebelumnya bahwa mencincang jasad korban sebelum membuang di dua tempat berbeda itu.
Untuk memastikan hal tersebut, tengkorak sudah dibawa ke rumah sakit. Polisi juga memanggil keluarga AP dari Surabaya untuk ke Malang.
Kuat dugaan AP adalah korban mutilasi karena AP dilaporkan hilang pada 3 bulan lalu. Hal ini bertepatan dengan informasi bahwa Abdurahman melakukan aksi keji itu pada 3 bulan lalu. (ags/bob)









