Blok-a.com – Berikut deretan fakta-fakta mengenai air laut di Selayar, Sulawesi Selatan yang mendadak berubah warna menjadi hijau serta mengeluarkan bau busuk.
Fenomena ini terjadi di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai sejak Selasa (17/1/2023). Air laut tiba-tiba berubah menjadi warna hijau hingga ke pesisir Jalan Mursalim Daeng Mamangung, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat memungut ikan yang masih mabuk dan sebagian sudah mati di pinggir laut setempat. Belum diketahui apa penyebab air laut itu berubah menjadi hijau.
Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, terdapat beberapa fakta-fakta terkait air laut di Selayar yang menjadi hijau dan bau busuk. Apa saja? Simak faktanya berikut ini.
1. Ribuan Ikan Mati
Selain air laut mengubah warna hijau, warga juga mencium bau yang menyengat dan binatang laut seperti ikan banyak ditemukan mati.
Petugas laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Selayar telah melakukan pengambilan sampel air laut dan ikan mati untuk diperiksa.
2. Diduga Disebabkan Oleh Ledakan Alga
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulsel, Hasbi Nur, mengatakan penyebab air laut menghijau karena ledakan alga.
“Kita sementara melakukan pengambilan sampel. Dugaan sementara penyebabnya karena ledakan alga hijau. Semoga hasil laboratorium segera diperoleh,” tuturnya.
Hasbi menyebut alga atau hewan mikrosopik ini bisa meledak karena pengaruh cuaca. Dia juga menuturkan, pada saat alga tersebut mati, maka akan menyebabkan bau yang tak sedap. Bahkan menjadi racun bagi ikan-ikan kecil.
3. Pemkab Larang Masyarakat Konsumsi Ikan Sementara
Pemkab Selayar langsung merespons dengan meminta warga untuk tidak mengkonsumsi ikan untuk sementara.
“Mohon jangan dikonsumsi dulu, sebelum ada kepastian dari uji laboratorium bahwa ikan tersebut aman dan tidak berbahaya, ini sebagai bentuk langkah antisipasi,” kata Wakil Bupati Saiful Arif.
Saiful mengatakan Pemkab Selayar melalui dinas terkait telah mengambil sampel air laut maupun ikan di wilayah itu. Selanjutnya akan dilakukan uji laboratorium di Makassar.
“Sekali lagi kami berharap jangan langsung dikonsumsi, karena bisa saja ini adalah racun yang konsumsi ikan sehingga mati,” ujarnya.
(hen)




