Kota Malang, blok-a.com — Bekerja menjadi driver ojol yang memiliki banyak risiko, tidak menjadikan mental para perempuan tangguh di Kota Malang ini ciut.
Mereka tetap berusaha mencari sesuap nasi untuk keluarganya. Seperti yang dilakukan oleh Deny Dwi (36).
Perempuan yang akrab dipanggil Deny ini merupakan warga asal Kota Malang. Ia mulai menjadi driver ojol sejak tahun 2019 lalu.
“Saya mulai ngojek baru baru aja sih, sekitar tahun 2019,” jelasnya saat ditemui di Aula Dinas Sosial Kota Malang, Kamis (2/2/2023).
Deny memiliki dua orang anak yang masih sekolah. Anak sulungnya duduk di bangku kelas 3 SMP, sedangkan anak bungsunya duduk di bangku kelas 3 SD.
“Saya punya dua anak, yang satu kelas 3 SMP yang ini (sambil menunjuk anaknya) kelas 3 SD,” ujar Deny.
Ia mengaku sangat ingin membuka usaha frozen food untuk menambah pemasukan di keluarganya.
“Ingin sekali, saya ingin membuka usaha frozen food itu seperti tempura-tempuraan,” terang Deny.
Untuk itu, Deny selalu mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Sosial Kota Malang agar mendapat skill yang mumpuni.
“Kemarin itu saya dapat pelatihan merangkai hand bouquet,” katanya.
Anak Deny mengaku bahwa ia terbiasa ditinggal saat kedua orang tuanya bekerja. Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik rokok.
“Aku biasanya berdua sama kakak di rumah nonton TV,” kata anak berusia 9 tahun itu.
Ani Rahmawiati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Sosial Kota Malang, mengatakan bahwa pihaknya rutin mengadakan pertemuan dan pendampingan pada driver ojol perempuan.
“Kami mengadakan kegiatan rutin pertemuan dan pendampingan driver ojol perempuan se Malang Raya,” jelas Ani di kantor Dinas Sosial Kota Malang.
Kegiatan ini rutin diadakan setiap awal bulan pada hari Kamis atas kesepakatan dengan pihak provinsi.
“Kegiatannya istighosah dan sesi hearing terkait keluhan para driver,” kata Ani.
Selain itu, pihak Dinsos juga mengadakan pelatihan gratis untuk para driver ojol perempuan yang difasilitasi oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).
“Kemarin sudah ada pelatihan gratis, jadi kalau nggak salah ada 7 pelatihan yang difasilitasi oleh IWAPI Kota Malang. Di antaranya adalah hand bouquet, tata rias, membuat kue, dan menjahit,” pungkasnya. (len/bob)




