Kota Malang, blok-a.com – Penjabat (Pj) Wali Kota Malang ingin meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan memaksimalkan dari hasil retribusi parkir.
Caranya menambah titik-titik pembayaran retribusi parkir dengan virtual account yang sudah dijalankan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
Diketahui, Dishub Kota Malang sudah mulai menerapkan pembayaran melalui virtual account atau barcode untuk meminimalisir kebocoran pendapatan dari hasil retribusi parkir. Dari 971 titik parkir yang ada di Kota Malang, untuk saat ini masih sekitar 200 titik parkir yang sudah menggunakan virtual account.
Setelah mengunjungi Dishub dan melakukan rapat koordinasi serta evaluasi, Iwan menginginkan pendapatan daerah bisa meningkat dari pemasukan parkir yang ada di Kota Malang.
Salah satu yang bisa dilakukan ialah dengan mempercepat penambahan pembayaran titik-titik parkir dengan virtual account seperti target yang sudah direncanakan.
“Terkait dengan penanganan parkir, ada target parkir melalui virtual account. Dari 971, baru 200 yang sudah menggunakan virtual account. Kerjakan target, sampai tahun ini harus selesai,” kata Iwan.
Iwan menambahkan, dengan memaksimalkan program pembayaran retribusi dengan virtual account tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.
Ia menjelaskan, memang tidak semua pemilik lahan parkir akan memahami pentingnya pembayaran melalui virtual account ini. Untuk itu, Dishub harus memberi pemahaman kepada pengelola parkir yang ada di Kota Malang. Dishub harus meyakinkan para pengelola parkir ini bahwa pembayaran melalui virtual account ini mampu mendongkrak PAD di Kota Malang.
Dampak positif dari penambahan titik-titik parkir tersebut, para pengelola parkir juga berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Malang ini.
“Artinya para bos-bos parkir ini diberi pemahaman, harus diyakinkan virtual account ini meningkatkan PAD. Yang tentunya mereka sendiri akan memberikan kontribusi,” lanjutnya.
Dia pun ingin akhir tahun ini 970 titik parkir yang ada di Kota Malang ini pembayaran retribusi parkirnya sudah melalui virtual account.
“Karena target saya tidak lagi 200, 970 titik itu harus dikerjakan. Dan pada saat penyusunan peraturan Walikota atau Perda, semua stake holder harus dilibatkan. Untuk membahas dan akan terjadi kesepakatan nantinya,” pungkasnya.




