Cara BI dan Pemprov Jatim Kendalikan Inflasi Pangan

Kota Malang, blok-a.com – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur lakukan Gerakan Nasional untuk Pengendalian Inflasi Pangan yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Malang pada Rabu, (10/08/2022).

Inflasi terus meningkat menjadi melemahnya daya beli masyarat. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiono, menyampaikan kenaikan inflasi mencapai 4,49 % per Juli 2022. Selanjutnya, pihaknya juga menegaskan, untuk mengatasi permasalahan nasional ini perlu dilakukan gerakan pengendalian inflasi pangan untuk ke kesejahteraan rakyat.

“Mari kita gerakkan pengendalian inflasi pangan ini, karena dalam pendapatan masyarakat yang harus di keluarkan untuk pangan mencapai 20 persen dari total pendapatannya, sedangkan masyarakat yang kurang mampu bisa hingga 40-60 persen dari total pendapatannya hanya untuk kebutuhan pangan,” ucapnya.

Melalui aksi nyata Bank Indonesia, pihaknya menyampaikan akan berkomiteman bersama melaksanakan oprasi pasar. Tidak hanya itu, penguatan kerja sama pangan antar daerah juga diperlukan, pelaksanaan program pertanian seperti urban farming harus segera dilaksanakan untuk kestabilan ekonomi pasar seluruh Indonesia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan hal yang sama dalam mengatasi pemasalahan perlu adanya kolaborasi antara daerah dan provinsi untuk mengatasi inflasi pangan. Pihaknya juga menyampaikan telah mengadakan program misi dagang disetiap bulannya, sebagai bentuk dari pengendalian inflasi.

“Kamu hampir setiap bulan melakukan misi dagang, antar pulau, provinsi kota dan daerah. Selanjutnya kami tindak lanjutkan dengan MOU antar gubernur dengan gubernur antara wali kota dengan wali kota dan antara bupati dengan buapti di setiap daerah masing masing,” uncapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, pihaknya mengatakan telah malaksanakan kerja sama dalam bidang pangan dengan beberapa daerah dan kota di Jawa Timur sebagai bentuk pengendalian inflasi.

“Kami sudah melakukan kerja sama dengan Banyuwangi dan Blitar, di Blitar yang surpluse dagingayam dan telur, tentu kita bisa ambil disini terus dengan Banyuwangi pemenuhan masalah padi juga,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan akan berkerja sama dengan Lamongan terkait masalah jagung,

“Masalah jagung nanti kita bisa kerjasama dengan Lamongan, jagung Lamongan kita keringkan disini jadi pakan ayam nanti kami kirim ke Blitar sedangkan kami akan ambil ayam dan telur dari Blitar. Jelasnya

Sedangkan kerja sama dengan kota Batu dan kabupten Malang, Sutiaji berharap bisa mengendalikan harga cabe, bawang merah dan bawang putih.

“Kerja sama dengan Batu dan Kabupaten Malang harapannya bisa mengendalikan harga cabe, bawang putih merah dan lainnya,” tutupnya.
(mg2).

Exit mobile version