Butuh Ekstra Sabar, Ini Titik Rawan Kamacetan di Sisi Barat Kota Malang Selain Jalan Soekarno-Hatta

Kemacetan di Jalan Mertojoyo Kota Malang (blok-A.com/Syams Shobahizzaman)

Kota Malang, blok-A.com – Kota Malang menjadi kota termacet ke empat di Indonesia setelah kota Surabaya. Berbagai titik di kota Malang mengalami kemacetan di jam jam tertentu.

Menurut Badan Pusat Statistik dari hasil Sensus Penduduk, tercatat penduduk kota Malang pada bulan September 2022 sebanyak 843.810 jiwa. Dengan demikian, tak heran jika kemacetan di kota Malang setiap tahunnya bertambah.

Kemacetan di kota Malang juga diduga disebabkan adanya mahasiswa baru yang mulai aktif kembali setelah 2 tahun melaksanakan pembelajaran daring.

Untuk itu, kini blok-A.com ingin menginformasikan titik rawan ke macetan di kota Malang.

  1. Dinoyo – Tlogomas

Jalan Dinoyo – Tlogomas bisa dibilang jalur merah, keluar masuknya mahasiswa dari beberapa Universitas seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri Malang (UIN), Universitas Islam Malang (UNISMA) menambah kemacetan yang ada di jalan tersebut. Titik rawan kemacetan di Jalan Dinoyo – Tlogomas tidak mengenal jam jam sibuk, sepertinya di semua waktu jalanan tersebut padat merayap, mulai dari depan Polsek Lowokwaru sampai pertigaan Dinoyo. Dimungkinan adanya penyebrangan dari arah kelurahan Dinoyo yang membuat jalan tersebut macet tak kenal waktu jam sibuk. Sedangkan di jam sibuk kemacetan semakin panjang, mulai dari depan SPBU Tlogomas sampai dengan depan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

  1. Sumbersari

Tak berbeda dengan Jalan Dinoyo – Tlogomas, Jalan Sumbersari tak kalah macetnya. Kembali diduga Jalan tersebut karena banyaknya mahasiswa keluar masuk dari berbagai Universitas seperti UIN dan UB dari gerbang Fakultas Teknik dan gerbang Fakultas Perternakan, tidak hanya itu di daerah Sumbersari merupakan kawasan kos kosan. Terlebih lagi banyaknya gang gang menambah kemacetan yang disebabkan oleh keluar masuknya kendaraan dari beberapa gang tersebut. Kondisi Jalan yang lumayan sempit juga menjadi alasan yang tepat adanya kemacetan di daerah Sumbersari. Titik kemacetan di Jalan Sumbersari biasa terjadi mulai dari depan Swalayan Sardo hingga Jalan Sumbersari gang 4 menuju Jalan Veteran.

  1. Jalan Soekarno Hatta

Kemacetan di Jalan Soekarno Hatta ini tak dapat dipungkiri lagi, kemacetan yang tak pernah surut di jam jam sibuk kota Malang ini setiap tahunnya pasti bertambah. Padatnya pertokoan serta Jalan yang memiliki banyak cabang dari beberapa jalan trobosan di kota Malang ini merupakan salah satu penyebab kemacetan. Selain itu, masih dengan hal yang sama karena adanya mahasiswa yang mulai memasuki pembelajaran tatap muka membuat kemacetan di Jalan Soekarno Hatta semakin membludak. Hal tersebut dibenarkan oleh, Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Slamet Santosa. Sebagai Kabid Lalin ia telah berusaha memecahkan permasalahan tersebut dengan menggerakkan personil untuk mengatur lalu lintas di beberapa titik kemacetan di kota Malang, salah satunya Jalan Soekarno Hatta.

“Kita menempatkan beberapabpersonil untuk bertugas mengatur lalu lintas di jam sibuk pagi dan sore hari dititik rawan kemacetan,” jelasnya saat ditemui blok-A.com.

Tidak hanya itu, Lalin Dishub juga melakukan pantauan CCTV menggunakan alat Area Traffic Control System (ATCS) yang sudah terpasang di setiap lampu lalu lintas di seluruh perempatan yang tersebar di kota Malang.

“Kita juga memantau lewat CCTV disetiap perempatan, kita kan pakai alat ATCS mbak nah dari alat tersebut kita bisa melakukan rekayasa dari atas jadi tidak perlu ke lapangan untuk mengatur alatnya kita hanya mengatur alatnya dari kantor,” tambahnya.

Beberapa usaha telah dilakukan, namun menurutnya memang dalam mengatasi permasalahan khususnya kemacetan memang harus ada yang dikorbankan. Seperti yang dilakukan Kabid Lalin yakni mematikan lampu lalu lintas di pertigaan jembatan dari arah Jalan MT Haryono. Karena sesuai dengan aturan yang ada Jembatan tidak boleh menopang beban tetap namun harus dilalui dengan beban berjalan, yang artinya harus dilakukan percepatan lampu merah di Jembatan Soekarno Hatta. Oleh sebab itu lampu lalu lintas dari arah MT Haryono tidak difungsikan kembali, lantas kendaraan dari arah MT Haryono harus melakukan puter balik yang cukup panjang ke arah Jalan Soekarno Hatta.

“Dengan demikian kami memutuskan untuk mematikan lampu lalu lintas dari arah Mt Haryono untuk di alihkan ke U-turn depan Polinema bagi pendengara roda dua sedangkan bagi pengendara roda empat kami panjangkan rutenya untuk meminimalisir kemacetan di jembatan tersebut,” pungkasnya.

  1. Jalan Mertojoyo – Merjosari

Jalan Mertojoyo – Merjosari ini memiliki ruas jalan yang cukup sempit, jalan yang menjadi tembusan bagi pengendara dari arah Dinoyo menuju Dau atau dari arah Veteran menuju Dau yang tak ingin terkena macet di jalan utama kini terpantau mulai terjadi kemacetan di beberapa titik. Seperti pada perempatan yang terletak di utara Taman Merjosari, perempatan tersebut kini menjadi titik kemacetan yang cukup panjang. Penyebab kemacetan tersebut dapat diduga karena tidak adanya lampu lalu lintas yang mengatur, dari pantauan Blok-A.com di perempatan tersebut juga tidak selalu ada pengatur lalu lintas seperti polisi cepek. Beberapa pengendara telihat tak ingin kalah dengan pengendara lainnya. Kemacetan didaerah Jalan Mertojoyo – Merjosari terjadi di jam jam sibuk seperti pagi dan sore hingga malam hari, sedangkan kemacetan tersebut bertitik di perempatan jalan yang mengakibatkan ke empat jalan persimpangannya juga mengalami kemacatan. (mg2/bob)

Exit mobile version