Sidoarjo, Blok-a.com – Bupati Sidoarjo,Subandi, hadir bersama sejumlah ulama besar di Jawa Timur dalam acara Haul Masyayikh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Sabtu (17/1/2026).
Deretan ulama yang hadir, yakni KH Fuad Noerhasan, Pengasuh Ponpes Sidogiri, Pasuruan, KH Kafabihi Mahrus,Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri, KH Ubaidul Faqih, Pengasuh Ponpes Langitan, Tuban, KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, KH Makki Nasir, Ketua PCNU Bangkalan, dan sejumlah tokoh lainnya.
Acara haul yang berlangsung di halaman lembaga Ponpes Al-Khoziny itu, sekaligus memperingati tepat 100 hari peristiwa musibah yang menimpa para santri Ponpes Al-Khoziny pada tahun 2025 lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi, menekankan bahwa peringatan haul bukan sekadar ritual tahunan atau tradisi semata. Menurutnya, ini adalah bentuk nyata dari bakti seorang murid dan generasi penerus kepada orang tua, guru, serta para sesepuh yang telah berjasa meletakkan fondasi keilmuan.
“Haul ini adalah momentum penting bagi kita untuk mengenang serta mendoakan para masyayikh dan ulama terdahulu. Untuk itu, mari kita renungkan kembali perjuangan mereka dalam menegakkan agama serta meneladani akhlak dan keteguhan iman yang telah diwariskan kepada kita semua,” pesan Bupati Subandi, di hadapan ribuan jemaah.
Subandi menyampaikan, selain haul para pendiri, acara yang diselenggarakan ini bertepatan memasuki peringatan 100 hari wafatnya para Syuhada santri Al-Khoziny. Dirinya menyebut mereka sebagai sosok yang wafat dalam kondisi husnul khotimah. Karena saat musibah itu terjadi, para korban santri sedang berjuang menuntut ilmu dan menjaga kehormatan agama.
“Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan para masyayikh dan santri, serta tetap istiqomah dalam menegakkan syariat Islam, khususnya di Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat tali ukhuwah persaudaraan dan menjaga persatuan demi kondusivitas daerah.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al-Khoziny, KH Abdussalam Mujib, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para ulama dan pejabat pemerintah, serta pihak keluarga syuhada yang turut hadir.
Ia juga memberikan apresiasi khusus atas dukungan berbagai pihak dalam proses pembangunan sarana ibadah di lingkungan pesantren.
“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak, termasuk bantuan dalam pembangunan kembali mushala di Ponpes Al-Khoziny. Semoga kehadiran dan amal jariyah kita semua dicatat oleh Allah SWT sebagai amalan terbaik,” kata KH Abdussalam Mujib. (fah/gni)




