KABUPATEN JEMBER – DPRD Kabupaten Jember terbilang enggan untuk membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021. Padahal, Bupati Jember, dr Hj Faida MMR sudah memproyeksikan anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur hingga pendidikan di Jember.
Faida berpendapat, rencana ini sangat penting bagi pendidikan dan perekonomian warga Jember. Namun sayangnya RAPBD untuk anggaran tahun 2021 itu masih belum juga dibahas bersama anggota DPRD Kabupaten Jember.
“Padahal kami sudah ajukan Kebijakan Umum – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) RAPBD 2021 ke dewan. Dan itu tepat waktu kita serahkan minggu ke-2 bulan Juli lalu sesuai peraturan. Namun dengan berbagai alasan belum juga dibahas,” ujarnya ke Blok-A.
Sebagai informasi, bukan pertama kali anggota dewan enggan membahas RAPBD Kabupaten Jember. Sebelumnya, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Jember pada tahun anggaran 2020 lalu juga belum dibahas sepenuhnya. Padahal, Faida telah menyerahkan KUA-PPAS, namun sampai kini belum juga dibahas.
Hasilnya, Bupati Jember terkena sanksi oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Enam bulan gaji dan tunjangannya tidak dibayarkan sebagai sanksi.
Faida membeberkan, pihaknya telah memproyeksikan anggaran yang akan direfocusing kembali di 2021.
Anggaran yang direfocusing di APBD 2021 tersebut ditujukan untuk pembangunan sejumlah infrastruktur di Jember.
“Karena selama Covid-19 kemarin ada beberapa yang harus kami tahan dulu untuk penanganan Covid-19, jadi ada beberapa program yang musti tertunda di 2020. Dan kami lanjutkan 2021 nanti,” kata Faida ke Blok-A.
Total dana yang direfocusing itu sekitar Rp 477 miliar.
Lantas, dana ratusan miliar itu akan dipergunakan untuk apa saja?
Pertama, Faida menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan asrama haji di Jember.
“Ada dana sekitar Rp 134 miliar untuk pembangunan asrama itu. Sudah kami masukkan ke rencana APBD 2021,” kata Faida.
Seperti diketahui, asrama haji itu sudah dibangun sejak Oktober 2019 silam. Terdapat tujuh lantai di asrama itu. Rencananya, juga akan dibangun miniatur ka’bah untuk menasik haji.
Kedua, yang menjadi fokus Faida di APBD 2021 adalah perbaikan jalan di Jember.
“Ada berpuluh-puluh kilometer jalan yang akan kami perbaiki. Karena ini prioritas untuk mempermudah mobilitas warga Jember,” tuturnya.
Ketiga, Faida juga fokus untuk melanjutkan rencana rehabilitasi lima pasar di Jember. “Termasuk pasar tanjung yang saat ini sudah rehabilitasi tahap ke-2,” kata Faida.
Ia juga menjelaskan, pasar ini perlu direhabilitasi. “Untuk kenyamanan warga Jember sendiri dan nanti akan tumbuh perekonomian lagi,” imbuhnya.
Keempat adalah perbaikan ruang kelas sekolah. Ada raturan ruang kelas sekolah baik swasta ataupun negeri yang akan diperbaiki.
“Dan kami sudah anggarkan ini juga di APBD 2021. Semua demi kenyamanan siswa di Jember,” tuturnya.



