MALANG – Per hari ini, Jumat (4/9), Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) resmi dibuka kembali. Begitupun tetangganya, Kampung Tridi yang juga turut buka. Rupanya hari ini juga merupakan hari jadi salah satu kampung tematik di Kota Malang itu.
Seperti diketahui, KWJ memang sempat mati suri selama lebih dari 6 bulan akibat pandemi Covid-19.
Tercatat, KWJ sudah menutup pintu untuk wisatawan sejak 17 Maret 2020 silam. “Hari ini kita buka kembali, 4 September ini. Sebelumnya kita tutup total, untuk melindungi warga juga, karena kesehatan lebih penting,” urai Sony Parin, Ketua RW 2 Jodipan Jumat (4/9).
Pria yang juga menjabat Koordinator Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) itu menuturkan, dibukanya kembali wisata ini bertepatan dengan hari jadi KWJ.
“Kita launching KWJ ini dulu juga tanggal 4 September. Kita memutuskan buka kembali, tapi kita terapkan protokol kesehatan ketat, seperti cek suhu tubuh di tiap gerbang, cuci tangan hingga harus memakai masker,” tambahnya.
Selain persiapan protokol kesehatan di sana-sini, pengecatan ulang juga dilakukan. “Kita lakukan pengecatan ulang di beberapa sudut yang dirasa sudah agak pudar,” ujar Parin. Pasalnya, sudah 6 bulan lebih KWJ tak dikunjungi.
Sementara itu, Subairi, Anggota Paguyupan Kampung Tridi menuturkan Kampung Tridi juga membuka pintu selebar-lebarnya untuk wisatawan.
“Kalau Kampung Tridi ya kita juga sudah buka. Tapi di jembatan penghubung ke Kampung Warna-warni Jodipan dari area Tridi itu masih kita tutup,” tukasnya.
Yang dimaksud Subairi adalah jembatan kaca yang jadi spot favorit wisatawan berswafoto. Untuk mengakses kesana, wisatawan hanya bisa lewat KWJ.
Selain Jembatan Kaca, ada banyak spot foto unik di dua kampung tematik itu. Untuk Kampung Tridi, spot foto berlatar tembok cina jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Tembok cina itu yang paling ramai. Soalnya kalau Kampung Tridi ini memang daya tariknya menonjolkan gambar-gambar 3D itu tadi, kalau KWJ kan warna-warni-nya,” tandas Subairi.




