Kota Malang, blok-A.com – Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 15 Juta dan paket sembako untuk ahli waris korban tragedi Kanjuruhan, Senin (3/10/2022).
Risma tiba di Kota Malang untuk memberikan bantuan pada beberapa titik pos di Kota Malang, salah satunya di Kantor Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
Hadir pula keluarga korban yang masih diselimuti duka untuk diberikan bantuan oleh Kementerian Sosial RI. Terlihat dari pantauan blok-A.com keluarga yang datang masih diselimuti duka mendalam, suasana semakin pecah ketika Risma datang didampingi oleh Walikota Malang, Sutiaji yang menghampiri keluarga korban satu per satu, hingga satu di antara keluarga korban jatuh pingsan.
Mensos mengatakan Kementrian Sosial memberikan sebesar Rp 15 juta per korban yang meninggal dan akan ada bantuan khusus bagi korban yang meninggal sebagai tulang punggung keluarga.
“Standar bantuan yang diberikan oleh Kemensos sebesar 15 Juta per korban, jadi misalkan dari satu keluarga terdapat dua korban maka akan mendapat 30 juta, kalau ada tiga dalam satu keluarga maka kita berikan kelipatannya,” papar Risma.
Risma melanjutkan, Kementerian Sosial juga akan memberikan bantuan khusus untuk korban yang menjadi kepala keluarga terutama yang memiliki anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan.
“Bantuan khusus kita prioritaskan untuk korban yang meninggal misalnya ia sebagai tulang punggung seperti seorang bapak, yang di mana ia masih memiliki anak usia sekolah atau kuliah pokoknya yang sedang menumpuh pendidikan, itu yang nantinya akan kita tangani khusus karena sebagai tulang punggung keluarga,” tutur Risma.
Tidak hanya itu, Kementrian Sosial juga akan menyiapkan bantuan berkelanjutan antara lain untuk ahli waris yang ditinggal meninggal seperti ibu hamil, anak usia dini, anak disabilitas, anak yang masih mengenyam pendidikan dan lansia.
“Jika sudah terkumpul datanya, makan kami akan masukkan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang nanti akan mendapatkan bantuan berkelanjutan dari Kemensos,” imbuhnya.
Risma mengatakan untuk sementara bantuan yang diberikan oleh korban tragedi Kanjuruhan sebanyak 125 ahli waris, namun ia mengatakan kemungkinan data tersebut akan bertambah sesuai dengan kondisi yang ada.
“Ini kami masih melakukan pendataan, masih terus kita kumpulkan, karena kemarin kita mendata keluarga korban sebanyak 125. Selanjutnya masih dilakukan keberlanjutan, terutama keluarga yang ditinggalkan bapak atau kepala keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung,” pungkasnya.
(mg2/ptu)




