Jember, blok-a.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur bersama Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Ir H Nur Yasin melaksanakan sosialisasi pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan balita, yang berlangsung di Aula Hotel Dafam Jember, Senin (21/11/2022).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati menyampaikan, Kegiatan Sosialisasi pengasuhan balita ini adalah upaya untuk menurunkan angka Stunting dan kegiatan ini juga merupakan gerakan untuk menyebarluaskan informasi pentingnya 1000 HPK pada seluruh elemen masyarakat.

“Di Kabupaten Jember ini saya rasa sangat luar biasa, Karena setelah sosialisasi di semester l ternyata kita akan melaksanakan internalisasi di penguatan sosialisasi-sosialisasi sebelumnya. Jadi kader itu lebih paham sekali terhadap bagaimana penekanan kasus stunting,” kata Dra Maria Ernawati.
Ia juga menjelaskan, betapa pentingnya pengawalan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) karena ini merupakan masa optimal pada tingkat pertumbuhan.
“1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ini adalah periode emas, untuk itu kita mengawal pada posisi optimal dari tingkat pertumbuhan dan perkembangannya, saat kandungan selama 270 hari itu akan kita kawal betul,” jelasnya.
“Bahkan kita mengawalnya sebelum dari 1000 HPK yakni calon-calon pengantin supaya mereka memeriksakan dirinya ke faskes sehingga saat hamil, kehamilannya sehat. Dan saat bayi dalam kandungan selama 9 bulan 10 hari itu, kita juga berikan pendampingan supaya tidak terjadi kekurangan energi kronik pada ibu, tidak terjadi anemia kemudian gizinya juga terpenuhi bagi ibu dan anak,” tambahnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh Perwakilan BKKBN Jawa Timur untuk mendukung prioritas nasional dalam penurunan stunting salah satunya yakni bersinergi dengan berbagai mitra.
“Stunting ini menjadi isu nasional yang harus kita turunkan angkanya pada 2024 menjadi 14% terkait dengan hal tersebut maka perlulah DPR RI itu untuk memberikan suatu pengawasan terkait dengan pelaksanaan anggaran apakah memang penanganan stunting itu bisa dilaksanakan dengan baik atau tidak,” ungkapnya.
Sementara itu Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Ir H Nur Yasin mengatakan, pihaknya mendukung penuh program BKKBN dalam percepatan penurunan stunting dan sosialisasi pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya adanya pencegahan stunting bisa berdampak positif kepada terwujudnya generasi emas Indonesia.
“Untuk mencetak generasi Emas, sangat penting mengawal 1000 Hari Pertama Kehidupan dan seriusnya penangan stunting ini. Karena ini bisa berpengaruh hebat dalam pembentukan generasi bangsa yang cerdas dan berdaya saing,” pungkasnya. (Anggun)




