Bikin Sistem Pariwisata Satu Pintu, Pemkot Batu Wacanakan Batu Tourism Mall

Alun Alun Kota Batu Mulai Ramai
Alun Alun Kota Batu Mulai Ramai

KOTA BATU – Sempat tutup selama empat bulan akibat pandemi, kini sektor pariwisata di Kota Batu kembali beroperasi secara normal. Bahkan sejak Juli pariwisata di Kota Batu dibuka secara bertahap.

Saat ini Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu terus berupaya untuk mengembalikan sektor pariwisata di sisa waktu yang ada di tahun 2020. Apalagi sejak sektor pariwisata mulai dibuka di bulan Juli, Disparta optimis kunjungan wisatawan bisa mencapai 2 juta kunjungan di tahun 2020.

Ditambah lagi beberapa fasilitas terus ditingkatkan seperti salah satunya Batu Tourism Mall (BTM) atau Pusat Informasi Pariwisata yang diyakini bisa menarik animo para wisatawan berkunjung ke Kota Batu.

“BTM kami jalankan dengan layanan satu pintu dan dilaksanakan mulai tahun ini. Kami tempatkan fasilitas ini di sekitar Alun-alun Kota Batu agar Wisatawan tidak kesulitan bila mencari informasi terkait pariwisata di Kota Batu,” jelas Kepala Disparta, Arif As Siddiq.

Nantinya program itu akan menggandeng seluruh pelaku usaha pariwisata mulai dari homestay, hotel, UMKM, tour and travel dan lainnya. Disparta sendiri terus berupaya agar tingkat kunjungan ke Kota Batu bisa semakin naik.

Sementara Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengapresiasi dengan dibentuknya BTM tersebut. Menurut Dewanti BTM untuk sementara waktu akan ditempatkan di Alun-alun Kota Batu dengan memanfaatkan gedung apel.

“Nanti setelah pembangunan Pasar Besar Batu batu akan kami pikirkan penempatan BTM yang permanen. Sementara kami tempatkan di gedung apel yang ada di Alun-alun Batu. BTM ini sangat membantu fan memberikan kemudahan bagi wisatawan,” ujar Bude sapaan akrabnya.

Sedangkan Tenaga Ahli Walikota Batu Bidang Pariwisata, Ahmad Faidlal Rahman mengatakan BTM merupakan layanan pariwisata yang disediakan oleh Pemkot Batu untuk menginformasikan wisatawan tentang pariwisata di Kota Batu.

“Nanti layanan ini mengarah kepada integrasi pelayanan dengan mengedepankan one gate system atau satu pintu,” katanya.

Terdapat berbagai layanan seperti informasi, promosi, konsultasi dan transaksi. Konsultasi yang dimaksud wisatawan bisa bertanya mengenai tempat-tempat wisata di Kota Batu dan akan diberikan ulasan oleh petugas yang ada.

“Untuk layanan transaksi tentunya akan menyambungkan pembayaran antara wisatawan dengan provider atau pelaku usaha pariwisata,” katanya.

Kedepannya sistem ini akan dikembangkan melalui bentuk aplikasi supaya memudahkan masyarakat. Serta untuk pelaku usaha pariwisata tidak dikenakan biaya atau gratis untuk ikut dalam program BTM.

Exit mobile version