Kota Malang, blok-A.com – Mempertahan cita rasa sate dari hingga puluhan tahun, Warung Sate Bang Saleh tetap eksis menghidangkan sate & gule pilihan, di Jalan Ade Irma Suryani, No.42, Kauman, Klojen, Kota Malang.
Berdiri sejak 1971, sebelum menjadi sebuah warung, Abah Saleh sekaligus pemilik warung generasi pertama, menjajakan satenya di pinggir jalan sebagai pedagang kaki lima.

Pembeli pun datang bergantian, namun tak banyak. Kadang hanya 10 tusuk yang laku saat itu. Seiring berjalannya waktu, Abah Saleh mulai mengembangkan menu barunya seperti gule, sop kaki, krengsengan hingga nasi kabuli. Orang-orang saat itupun mulai mengenal Warung Sate Bang Saleh.
Memasuki tahun 2000-an, generasi selanjutnya meneruskan usaha Warung Sate Bang Saleh yaitu anak dari Abah Saleh itu sendiri. Bersama istrinya, mereka tetap mempertahankan nama Warung Sate Bang Saleh , agar terus dikenal oleh masyarakat Kota Malang.
Dalam wawancara blok-A.com, Istri Pemilik Warung, Nelly mengungkapkan tips bagaimana bisa bertahan selama itu.
“Rasanya tetap dijaga, yang paling penting itu kebersihan. Kami menggunakan kambing pilihan, maka dari itu pelanggan ramai. Bahkan, pelanggan yang puluhan tahun juga ada,” ucap Nelly pada Jum’at,(02/09/2022).
Tidak hanya warga Kota Malang saja, para pejabat, menteri hingga kalangan artis seperti Tukul Arwana pun pernah mampir di Warung Sate Bang Saleh. Nelly mengaku senang bisa mendatangkan Public Figure ke unit usahanya.
“Alhamdulillah senang ya, dari pejabat hingga artis pernah datang kesini. Mungkin kolega nya yang memberitahu. Yang penting, mau artis ataupun orang biasa, sama saja. Pelanggan adalah raja,” pungkasnya.

Warung Sate Bang Saleh menyediakan makanan seperti sate, gule, sop kaki, nasi kabuli dan krengsengan. Salah satu yang paling favorit adalah gule dan sate. Harga dari menu tersebut berkisar antara Rp 25 ribu – Rp 55 ribu.
Sedikit Nelly mengungkap kisaran perharinya dalam omset menekuni bidang kuliner selama puluhan tahun.
“Bisa sampai Rp 5 juta – Rp 10 Juta perharinya, tidak mesti tapi,” ucap Nelly.

Sebagai pemilik warung sate yang sudah puluhan tahun, Nelly juga menginginkan masukan dari warga Kota Malang, untuk lebih mengembangkan unit usahanya.
“Semoga tambah ramai, dan kami juga butuh kritik dan saran, kurangnya apa, supaya bisa berkembang lagi,” tutup Nelly.
(mg1/rco)




