Kota Malang, blok-a.com – Suasana Jalan Merdeka Utara Kota Malang kini berbeda setelah ada rekayasa jalan menjadi dua arah.
Pukul 14.00 siang, terpantau Jalan Merdeka Utara (depan Bank Indonesia Malang) ramai lancar, Minggu (13/8/2023). Kini, ruas jalan itu bisa dilalui dua arah setelah sebelumnya satu arah.
Nampak barrier pemisah jalan terjejer rapi dari pertigaan perempatan Sarinah hingga depan Bank Indonesia di Kota Malang itu.
Pengendara yang datang dari arah Jalan Mgr Sugiyopranoto atau dari arah depan Mal Ramayana kini bisa berbelok ke kanan langsung, menuju arah Koridor Kayutangan via Jalan Merdeka Utara.
Banyak pengendara Jalan Mgr Sugiyono mulai mencoba belok ke kanan. Kendaraan dari arah jalan Arif Rahman Hakim lebih banyak melaju lurus ke arah Jalan Merdeka Utara. Sedangkan apabila pengendara ingin menuju menuju Jalan Merdeka Barat bisa langsung belok kanan.

Meski terjadi dua pertemuan kapasitas kendaraan dari jalan Mgr Sugiyopranoto dan Merdeka Utara Kota Malang, namun belum nampak kemacetan saat rekayasa dua arah ini.
Hanya beberapa kendaraan melambat seiring dengan pertemuan kendaraan dari dua ruas jalan itu. Kemacetan belum nampak di akhir pekan.
Arifah, seorang ibu dua anak, sedang menikmati akhir pekan di Alun-Alun Kota Malang. Ketika melalui jalan Merdeka Utara dia merasa tidak ada keluhan.
“Lancar-lancar saja,” ungkap wanita berhijab itu.
Arifah jarang melewati jalan Merdeka Utara. Sehingga dia baru mengetahui adanya rekayasa lalu lintas. Arifah menilai arus lalu lintas sedikit lebih baik.
“Iya kami khawatir kalau belok kanan dari depan BI kan bisa macet soalnya bareng sama orang dari Kantor Pos atau mana itu,” bebernya.
Arifah berharap rekayasa jalan bisa dilakukan juga di ruas jalan lain yang sering macet.

Di sisi lain, Anton dan dua temannya menilai arus tersebut masih efektif untuk pengguna jalan mobil.
“Kebetulan mobil kita kecil juga sih jadi gak masalah,” ujar lelaki bertubuh pendek ini.
Antok datang ke Alun-Alun Kota Malang pada pukul 10 pagi. Kala itu masih sepi dan tidak banyak kendaraan. Biasanya Anton harus sabar menghadapi macet di Simpang Cordia (perempatan Sarinah) dan pertigaan Ramayana.
“Ya semoga aja lah nggak macet di hari kerja,” tukasnya. (mg2/bob)




